Dua pelajar tampak mengecat tembok untuk membersihkan coretan di sekitar Taman Wana Winulang, Pengasih, Kulonprogo, Jumat (1/4/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Dua pelajar tampak mengecat tembok untuk membersihkan coretan di sekitar Taman Wana Winulang, Pengasih, Kulonprogo, Jumat (1/4/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 1 April 2016 19:20 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

KEGIATAN REMAJA
Remaja Putra Binangun Bersihkan Vandalisme di Taman Wana Winulang

Kegiatan remaja Kulonprogo yang tergabung dalam Paguyuban Putra Binangun Berdikari pada Jumat (1/4/2016) ini menginspirasi, mereka membersihkan vandalisme

Solopos.com, KULONPROGO-Puluhan pelajar dan anggota Paguyuban Putra Binangun Berdikari melakukan aksi pengecatan tembok yang menjadi sasaran vandalisme di kawasan Taman Wana Winulang, Pengasih, Kulonprogo, Jumat (1/4/2016).

Andrian menyapu tembok yang dipenuhi coretan dengan kuas dan cat berwarna senada. Pagi itu, dia diijinkan pergi meninggalkan jam pelajaran. Sekolah memintanya mengikuti kegiatan penghapusan vandalisme yang digelar komunitas lokal Kulonprogo.

Dia tidak ambil pusing meski harus membersihkan jejak keusilan tangan orang lain. Baginya, aksi itu justru ibarat kesempatan bolos yang dilegalkan. “Ini sudah tugas dari sekolah jadi jelas senang lah,” kata dia.

Pelajar SMK Muhammadiyah 2 Wates itu datang bersama satu teman sekelasnya, Dani. Sesekali mereka menunduk agak lama sembari mencelupkan kuas ke kaleng cat.

Sambil terus mengecat, malu-malu Andrian mengaku pernah mencoret-coret tembok di tempat lain. Dia juga pernah main coret meja dan bangku di sekolah. Namun, baru kali ini dia membersihkan coretan ala cat semprot.

Apalagi itu bukan hasil ulahnya sendiri, melainkan entah siapa. “Agak sulit karena enggak pernah [membersihkan coretan],” ujar remaja 16 tahun bernama lengkap Andrian Putra Kurniawan itu.

Selain para pelajar dari delapan sekolah di sekitar Wates, puluhan pria dewasa juga tampak melakukan aksi serupa. Mereka berasal dari Paguyuban Putra Binangun Berdikari, sebuah komunitas lokal beranggotakan pemuda kelahiran 1980an.

Vicky Dwi Purnomo, wakil ketua dari paguyuban itu pun ikut angkat kuas. Dia berharap, aksi mereka hari itu bisa sedikit membantu pemerintah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. “Ini baru langkah awal dan tidak akan berhenti di sini,” ungkapnya sembari mengecat tembok.

Vicky mengaku prihatin karena banyak fasilitas umum yang jadi sasaran vandalisme orang tidak bertanggung jawab.

lowongan pekerjaan
EDITOR MATEMATIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…