Empat narapidana Rutan Kelas IIB Wates mendapatkan remisi kemerdekaan di peringatan HUT RI ke 70, penyerahan diwakili Bupati Kulonprogo, Senin (17/8/2015). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S) Empat narapidana Rutan Kelas IIB Wates mendapatkan remisi kemerdekaan di peringatan HUT RI ke 70, penyerahan diwakili Bupati Kulonprogo, Senin (17/8/2015). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Jumat, 1 April 2016 10:20 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

KEGIATAN NARAPIDANA
Pekan Olahraga dan Seni Narapidana 2016 Digelar di Rutan Wonosari

Kegiatan narapidana berupa Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap) 2016 DIY digelar di Rutan Wonosari

Solopos.com, GUNUNGKIDUL– Delapan Lapas dan Rutan di DIY mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap) 2016. Porsenap kali ini dipusatkan di Rumah Tahanan Wonosari, Gunungkidul pada 5 hingga 8 April mendatang.

Porsenap yang dilaksanakan tersebut merupakan kegiatan dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan yang-52. Dalam pembukaannya nanti turut mengundang pula Bupati Gunungkidul serta Forum Komunikasi Pemimpin Daerah.

Kepala Rumah Tahanan Wonosari, Ramdani Boy mengungkapkan dalam kegiatan tersebut akan dilaksanakan pertandingan olahrahga antar narapidana di Jogja dan juga pegawai Kemenkumham se-DIY.

Dalam pelaksanaannya terdapat empat cabang olahraga dan dua cabang seni, yakni voli, bulu tangkis, tenis meja, dan catur, sedangkan untuk seni yakni MTQ dan Lomba Adzan.

Lembaga yang nantinya akan bertanding berasal dari seluruh lapas yang ada di Jogja, di antaranya Lapas Wirogunan, Lapas Sleman, Lapas Pakem, Lapas Wonosari, Rutan Bantul, Wates, Kota Jogja, dan Wonosari. Sedangkan untuk pegawai yang ikut bertanding berasal dari 13 UPT.

“Selain itu datang juga dari Bapas Wonosari, Rupbasan Wonosari, Rupbasan Wates, Bapas Wates, Rupbasan Kota Jogja, dan Bapas Jogja,” kata dia saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (31/3/2016).

Ramdani mengungkapkan bahwa tujuan utama dalam penyelenggaraan Porsenap ini yaitu sebagai sarana untuk memunculkan atau mengembangkan potensi yang dimiliki oleh para napi. Kegiatan yang berbau positif seperti itu, menurutnya harus terus dilaksanakan karena dapat juga membentuk pribadi napi agar percaya diri dan optimis.

“Mereka bukanlah sampah masyarakat, mereka juga masyarakat yang memiliki potensi kreatif yang mudah-mudahan dapat bangkit dan berkembang dalam acara ini,” kata dia.

Semnentara itu, Zainal Arifin, Kepala Lapas Wirogunan Jogja pun mengungkapkan hal senada, bahwa para narapidana perlu diberikan reward atau penghargaan agar hidup mereka juga dapat semangat dan optimis.

Dalam perlombaan para napi di Wirogunan pun harus melewati proses seleksi terlebih dahulu untuk dapat mengikuti Porsenap.

“Kami tidak asal dalam mengirimkan perwakilan. Kita lihat kesehariannya, kemampuan dan keahlian yang mereka miliki, yang memadai akan kami krim ke Wonosari,” kata dia.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….