Didit Dwi Istanto, 21, (kanan) bersama pakdenya, Tugiman, 46, menerima santunan dari tim Lazismu Sragen saat bersilaturahmi ke Dukuh Tegalrejo RT 023, Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Kamis (31/3/2016). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Jumat, 1 April 2016 08:00 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KECELAKAAN AIR SRAGEN
Lazismu Siap Menanggung Pendidikan Dimas Sampai SMA

Kecelakaan air Sragen merenggut nyawa sepasang suami istri warga Sambirejo, Sragen.

Solopos.com, SRAGEN—Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen siap menanggung biaya pendidikan Dimas Aji Prasetyo, 12, bocah yatim piatu asal Dukuh Tegalrejo RT 023, Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, Sragen hingga SMA. Putra bungsu pasangan Ngatiyo, 40, dan Hartini, 35, itu masih duduk di bangku kelas VI SDN II Kadipiro.

Ngatiyo dan Hartini meninggal dunia setelah hanyut terseret arus Sungai Klegung di Dukuh Geneng RT 015, Desa Kadipiro, Sambirejo, Minggu (27/3/2016) lalu. Dimas dan kakaknya, Didit Dwi Istanto, 21, menjadi yatim pitu. Niat baik Lazismu itu disampaikan Manager Lazismu Sragen, Rizal Putrantara, bersama anggota Lazismu, Annas, saat bersilaturahmi ke rumah Didit dan Dimas, Kamis (31/3/2016).

Kedatangan dua orang perwakilan Lazismu itu diterima kakak kandung Hartini atau pakde Didit dan Dimas, Tugiman, 46, dan kerabat lainnya.

“Kedatangan kami ke sini [Tegalrejo] diutus pengurus Lazismu Sragen untuk menyampaikan niat untuk membantu meringankan keluarga. Kami menawarkan kepada keluarga bila berkenan, Lazismu siap menanggung biaya pendidikan Dimas sampai ke jenjang SMA. Kebutuhan apa yang dibutuhkan Dimas, kami siap membantu. Sekarang masih kelas VI, biaya apa yang membutuhkan bantuan kami juga siap,” ujar Rizal.

Rizal mendengar kabar hanyutnya orang tua Didit dan Dimas dari seorang sukarelawan Lazismu yang masih ada hubungan saudara dengan Dimas dan Didit, yakni Annas. Rizal sempat mengoordinasi tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sragen untuk ikut serta bergabung dengan tim SAR lainnya dalam pencarian Ngatiyo dan Hartini sejak Minggu siang.

Dalam kesempatan itu pula, Rizal juga menyampaikan santuan uang duka dari Lazismu kepada keluarga Didit. Bantuan itu diterima Tugiman dan selanjutnya diserahkan langsung kepada Didit.

“Saya mewakili keluarga Didit dan Dimas menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan dan niat baik Lazismu Sragen. Kami malah belum berpikir tentang bagaimana biaya pendidikan Dimas. Saya akui, saya bukan orang berpendidikan. Saya percaya pendidikan akan meningkatkan kesejahteraan. Saya setuju dengan rencana Lazismu,” ujar Tugiman.

Tugiman belum berani mengambil keputusan terkait dengan tawaran Lazismu. Tugiman meminta waktu untuk bermusyawarah dengan kerabat dan saudara lainnya untuk membicarakan masa depan Dimas dan Didit. Siapa yang akan menghidupi Dimas dan tentunya biaya pendidikannya juga akan dibahas dalam musyawarah keluarga itu.

“Nanti hasilnya seperti apa akan kami sampaikan ke Lazismu lewat Mas Annas,” kata Tugiman.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…