Rachel Maryam. (Antara)
Jumat, 1 April 2016 22:00 WIB John Andhi Oktaveri/JIBI/Bisnis Politik Share :

KATEBELECE PEJABAT
Terima Surat Rachel Maryam, Ini Pengakuan KBRI Prancis

Katebelece pejabat minta fasilitas terus jadi kontroversi. KBRI Prancis mengaku menerima surat dari Rachel Maryam.

Solopos.com, JAKARTA — Apakah betul anggota DPR Rachel Maryam meminta fasilitas pada KBRI di Prancis dalam kunjungannya bersama keluarga ke Paris, Prancis? Inilah pertanyaan yang muncul setelah sebuah surat bertanda tangan Rachel beredar di dunia maya.

Surat yang ditujukan pada Duta Besar Indonesia di Prancis itu berisi permohonan jasa penjemputan dan transportasi selama Rachel dan keluarga (enam orang) berkunjung ke Paris pada 20-24 Maret lalu.

Ramadansyah Hasan dari KBRI Prancis membenarkan bahwa KBRI menerima surat tersebut. Akan tetapi, tidak menyebut secara spesifik apakah kunjungan Rachel adalah kunjungan pribadi atau kunjungan kerja. “Idealnya harus kunjungan kerja ya,” kata Ramadansyah sebagimana dikutip BBC.co.uk, Jumat (1/3/2016).

Dia mengakui mendapat surat dari Rachel pada Maret lalu yang minta penjemputan dan antar ke bandara. Akan tetapi tidak ada ada permintaan hotel dan makan dan KBRI hanya bisa membantu sebatas kewajaran.

Tidak jelas siapa yang mengedarkan surat itu pertama kali, namun banyak media massa kemudian memberitakannya dan menjuluki itu sebagai “surat sakti”.

Kehebohan tentang surat Rachel ini muncul setelah sebelumnya beredar surat berkop kementerian yang meminta fasilitas terkait kunjungan seorang anggota DPRD beserta keluarganya ke Sydney, Australia. Surat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi itu ditujukan pada Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Sydney.

Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Kemen PAN-RB kemudian membantah bahwa surat itu dibuat oleh Menteri Yuddy Crisnandi, melainkan oleh stafnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…