Surat atas nama Rachel Maryam (Twitter.com/@Indahpoots_) Surat atas nama Rachel Maryam (Twitter.com/@Indahpoots_)
Jumat, 1 April 2016 20:30 WIB Dewi A Zuhriyah/JIBI/Bisnis Politik Share :

KATEBELECE PEJABAT
Heboh Surat Rachel Maryam & Kolega Yuddy, Anggaran KBRI Disorot

Katebelece pejabat bikin geger. Beredarnya surat Rachel Maryam dan Kementerian PAN-RB untuk kolega Yuddy membuat anggarn KBRI disorot.

Solopos.com, JAKARTA — Wakil ketua komisi I dari fraksi PDIP, TB Hasanudin, mengaku kecewa dengan beredarnya surat yaang mengatasnamakan Kementerian PAN/ARB dan juga melibatkan nama Yudy Chrisnadi dan meminta Konjen RI di Sydney untuk memberikan fasilitas saat berlibur.

Politikus PDIP itu mengatakan saat ini seluruh KBRI telah mengelola anggaran berbasis kinerja. Dia juga menuturkan saat ini menurut laporan BPK tidak ada permasalahan mengenai anggaran dan tidak ada masalah di semua KBRI.

“Situasi ini harus dipertahankan, jangan lalu muncul kebiasaan buruk para pejabat tinggi membuat nota—nota untuk memfasilitasi di luar tanggung jawabnya, bahkan untuk berlibur,” tegasnya, Jumat (1/4/2016).

Terkait surat yang beredar, anggota Komisi I DPR itu mengaku heran dengan penuturan dari sesmen kementerian yang mengatakan bahwa pengiriman surat tersebut tanpa sepengetahuan Menteri PAN/ARB. “Itu jawaban yang kurang profesional bagi seorang eselon I,” tandasnya.
TB Hasanudin menghimbau agar para KBRI tidak perlu melayani hal—hal yang tidak berkaitan dengan kinerjanya.

“Seharusnya KBRI menolak permintaan itu. Sanksinya kalau KBRI menggunakan anggaran untuk hal di luar tugasnya, maka itu termasuk pelanggaran penggunaan anggaran,” katanya.

Bahkan, kasus serupa juga muncul dari anggota Komisi I Fraksi Partai Gerindra, Rachel Maryam. Dalam salinan surat yang beredar di media sosial, Rachel meminta agar KBRI Perancis memberikan bantuan penjemputan di bandara serta transportasi lokal selama di Paris.

Saat dimintai konfirmasi, pihak yang bersangkutan hingga saat ini tidak dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan ataupun klarifikasi.
Terkait surat Rachel yang beredar, politikus Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa saat itu Rachel hanya meminta bantuan untuk menyewa kendaraan.

“Setahu saya, sarana yang diminta itu bantuan mencairkan rental kendaraan yang nantinya dibayar sendiri,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (1/4/2016).

Dasco juga mengatakan adanya penjelasan menyusul terkait rental setelah yang bersangkutan mengirimkan surat tersebut. Meski demikian, Dasco mengaku saat ini partainya masih belum meminta konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…