Anggota Komisi IV DPRD Solo, Reny Widyawati, mengamati kondisi ruang kelas di SDN Mojosongo V Jebres yang memprihatinkan, Jumat (1/4/2016). Pemkot telah mengalokasikan dana Rp200 juta untuk perbaikan kelas yang rusak. (JIBI/Solopos/chrisna Chanis Cara) Anggota Komisi IV DPRD Solo, Reny Widyawati, mengamati kondisi ruang kelas di SDN Mojosongo V Jebres yang memprihatinkan, Jumat (1/4/2016). Pemkot telah mengalokasikan dana Rp200 juta untuk perbaikan kelas yang rusak. (JIBI/Solopos/chrisna Chanis Cara)
Jumat, 1 April 2016 22:15 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Ruang Kelas SDN Mojosongo V Hampir Ambruk, Sudah Lapor Belum Direspons

Infrastruktur Solo, anggota DPRD Solo meminta siswa SDN Mojosongo V tak menggunakan ruang kelas yang nyaris ambruk.

Solopos.com, SOLO–Sejumlah ruang kelas di SDN Mojosongo V, Jebres, rawan ambruk karena kayu penyangga struktur atap sudah lapuk. Sejumlah kegiatan belajar mengajar (KBM) bahkan harus diungsikan ke ruang perpustakaan karena kondisi ruang kelas yang memprihatinkan. Kondisi ini berlangsung dua tahun terakhir tanpa pembenahan berarti dari instansi terkait.

Pantauan Solopos.com, Jumat (1/4/2016), kerusakan atap terjadi di tiga kelas yakni kelas I (dua kelas) dan kelas IV (satu kelas). Di kelas I B, sebanyak 32 siswa harus belajar di tengah bambu yang menyangga struktur kayu di eternit. Ada empat bambu penyangga di ruang kelas tersebut. “Setiap belajar kami was-was karena takut bangunan ambruk,” ujar Bambang Sugeng Riyanto, pengajar di SDN Mojosongo V saat ditemui wartawan di sekolah setempat.

Kondisi lebih parah terjadi di ruang kelas IV yang berdampingan dengan kelas I B. Di ruangan tersebut, hampir semua struktur penyangga atap rusak sehingga harus disangga banyak bambu. Pihak sekolah akhirnya memindahkan KBM kelas IV ke perpustakaan lantaran kondisi bangunan yang memprihatinkan. “Sebenarnya perpustakaan tidak layak untuk KBM karena sempit, tapi mau gimana lagi. Demi keamanan siswa,” sambung Bambang.

Pihaknya mengaku sudah melaporkan kerusakan kelas pada Pemkot sejak dua tahun lalu. Namun hingga ini belum ada kepastian perbaikan kelas yang baru direnovasi empat tahun lalu itu. Menurut Bambang, kerusakan struktur atap bisa menyebar jika tak segera ditangani. Terlebih kini sedang musim hujan. “Belum lama ini ada perwakilan DPU (Dinas Pekerjaan Umum) yang mengecek sekolah. Semoga segera ada perbaikan.”

Sekretaris Komisi IV DPRD, Asih Sunjoto Putro, mengaku sudah mengomunikasikan keluhan sekolah pada Pemkot. Menurut Asih, paket perbaikan kelas di SDN Mojosongo V tengah memasuki proses lelang. Dana perbaikan kelas sekitar Rp200 juta. “Bulan depan sudah diperbaiki,” ujarnya kepada Solopos.com.

Meski demikian, pihaknya menyayangkan lambatnya respons Pemkot dalam menyikapi kerusakan infrastruktur tersebut. Menurut Asih, kondisi sejumlah kelas di SDN Mojosongo V sudah membahayakan KBM. “Tadi kami sudah meminta sekolah agar tidak menggunakan ruang kelas yang rusak. Solusi kekurangan kelas bisa menggunakan sistem sif, ada anak yang masuk pagi dan siang,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
Kami Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan…