Ilustrasi pengecekan alat ukur BBM di SPBU. (JIBI/Solopos/Antara/Prasetia Fauzani) Ilustrasi pengecekan alat ukur BBM di SPBU. (JIBI/Solopos/Antara/Prasetia Fauzani)
Jumat, 1 April 2016 21:40 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

HARGA BBM TURUN
SPBU di Solo Diserbu Pembeli

Harga BBM turun membuat warga menyerbu SPBU.

Solopos.com, SOLO–Masyarakat langsung menyerbu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di hari pertama pemberlakukan penurunan harga premium dan solar. Kenaikan penjualan bahan bakar minyak (BBM) subsidi ini mencapai 30%.

Pengawas SPBU Bayangkara, Maryanto, mengungkapkan sejak pukul 06.30 WIB antrean yang ingin membeli BBM ramai, tidak hanya sepeda motor tapi juga mobil dan truk. Antrean di empat jalur untuk sepeda motor dan empat jalur untuk mobil dan truk cukup panjang meski tidak sampai di jalan raya. Dia mengatakan fenomena ini memang biasa terjadi di hari pertama penerapan harga baru BBM subsidi mengingat konsumsi masyarakat kebanyakan adalah premium dan solar.

“Ramai pukul 06.30 WIB sampai 10.30 WIB biasanya, setelah itu akan kembali normal. Diperkirakan peningkatan penjualan premium mencapai 30% atau 18 kilo liter. Kalau solar biasanya kenaikan tidak terlalu signifikan,” ungkap Maryanto saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Jumat (1/4/2016).

Namun menurut dia, masyarakat yang datang tidak hanya membeli BBM subsidi tapi banyak juga yang membeli BBM nonsubsidi atau bahan bakar khusus (BBK). Hal ini karena disparitas harga semakin kecil. Dia mengatakan jalur untuk pelayanan pertamax biasanya jarang ada antrean tapi saat ini, antrean merata disemua jalur pelayanan.

Penjualan pertamax saat ini sudah naik 40% dari biasanya menjual 3.000 liter/hari naik menjadi 5.000 liter/hari. Meski perbedaan harga premium dengan pertalite kembali melebar, yakni dari Rp50 menjadi Rp550/liter akibat adanya penurunan BBM subsidi ini tapi tidak banyak berpengaruh terhadap minat masyarakat. Hal ini karena masyarakat semakin mementingkan kualitas dari pada harga.

Dia mengungkapkan untuk antisipasi adanya lonjakan permintaan, Pertamina telah melakukan pengiriman premium sebanyak 16 KL pukul 05.30 WIB. Pengawas SPBU Sekip, Yuli Setiono, mengatakan Jumat ini penjualan kembali naik setelah sehari sebelumnya sepi karena banyak yang menunda pembelian.

Dia mengungkapkan penurunan penjualan mencapai 40%. Namun pada pukul 07.00 WIB-09.30 WIB, penjualan ramai karena banyak yang berburu premium dan solar. Menurut dia, kenaikan penjualan di hari pertama penurunan harga BBM subsidi ini sebanyak 30%.

“Pasokan lancar karena Jumat dini hari, pukul 02.00 WIB, kiriman dari Depo Pertamina sudah datang,” kata dia.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…