Idham Menjadi Saksi (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi) Idham Menjadi Saksi (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Jumat, 1 April 2016 18:55 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

DANA HIBAH PERSIBA
Idham Mau Tarik Lagi Dana Pengembalian Rp11,5 Miliar

Dana hibah Persiba Bantul yang sudah pernah dikembalikan oleh Idham Samawi, kini akan ditarik lagi

Solopos.com, BANTUL- Penarikan dana hibah klub sepak bola Persiba oleh mantan Bupati Bantul Idham Samawi terganjal. Pencairan anggaran tersebut harus mendapat izin dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dana hibah Persiba senilai Rp11,5 miliar tersebut disetor oleh Idham Samawi ke kas daerah pada 2014 lalu, tak lama setelah ia ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana Persiba oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY.

Pengembalian dana ke kas daerah bertujuan untuk mencegah terjadinya kerugian negara dalam kasus ini.

Belakangan Kejati menghapus status tersangka Idham Samawi menyusul dihentikannya kasus Persiba. Alhasil, Idham berupaya menarik kembali dana yang telah ia setor.

Penarikan dana tersebut ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Bupati Bantul Suharsono mengatakan, penarikan dana itu butuh rekomendasi alias izin dari sejumlah lembaga.

Mulai dari DPRD Bantul, BPK hingga Kemendagri. Menurut Suharsono, dia telah berkoordinasi dengan Kejati DIY ikhwal status hukum dana tersebut.

“Kejati menyatakan, penarikan dana itu harus seizin Kemendagri dan BPK. Setelah itu harus mendapat persetujuan legislatif,” terang Suharsono, Kamis (31/3/2016).

Suharsono menambahkan, ia tidak akan gegabah memutuskan pencairan dana hibah tersebut agar tidak timbul masalah hukum di kemudian hari. “Sementara pencairan dana itu saya pending [tunda] dulu,” papar dia.

Dirinya kata dia, akan mempelajari aturan hukum terkait dana hibah itu. Sejatinya kata Suharsono, ia tidak punya masalah pribadi dengan Idham Samawi kendati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun lalu keduanya sempat berkompetisi.

Idham dan isterinya yang juga mantan calon bupati incumbent Sri Surya Widati menurutnya sudah pernah bersilaturahmi ke rumahnya. “Secara pribadi kami tidak ada masalah, tapi secara hukum, saya akan ikuti aturan hukum soal dana Persiba ini,” imbuhnya lagi.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Bantul Didik Warsito mengatakan, sudah dua kali Idham Samawi melayangkan surat ke Pemkab Bantul memohon agar dana tersebut diizinkan ditarik.

“Memang benar, beliau sudah beberapa kali mengirimkan surat [mengenai penarikan dana],” kata Didik Warsito.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…