11 Anak punk ditangkap Polresta Solo karena tawuran, Jumat (1/4/2016). (Oriza Vilosa/JIBI/SoloposTV) 11 Anak punk ditangkap Polresta Solo karena tawuran, Jumat (1/4/2016). (Oriza Vilosa/JIBI/SoloposTV)
Jumat, 1 April 2016 19:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Solo Share :

Anak Punk Tawuran, Begini Cara Polresta Solo Beri Hukuman

Anak punk tawuran di Manahan Solo

Solopos.com, SOLO – Aparat Polresta Solo kembali mengamankan 11 anak punk di Mapolresta setempat, Jumat (1/4/2016). Mereka ditangkap polisi dari Satuan Sabhara saat terlibat keributan dengan sesama anak punk di kawasan bundaran Tugu Wisnu, Manahan.

11 Anak punk ditangkap Polresta Solo karena tawuran, Jumat (1/4/2016). (Oriza Vilosa/JIBI/SoloposTV)

11 Anak punk ditangkap Polresta Solo karena tawuran, Jumat (1/4/2016). (Oriza Vilosa/JIBI/SoloposTV)

Kasubag Humas Polresta Solo, AKP Yuliantara Prorianta, mengatakan sebelas anak punk tersebut saat ini sedang diperiksa polisi di Mapolresta. Mereka terlibat keributan dengan sesama anak punk saat berpapasan di bundaran Tugu Wisnu Manahan. Satu golongan anak punk berada di dalam truk bak terbuka. Satunya lagi di jalanan. Diduga saling ejek, mereka akhirnya berantem.

“Entah siapa yang memulai aksi keributan itu. Yang jelas, mereka langsung diamankan polisi,” paparnya kepada Solopos.com, Jumat (1/4/2016).

Dalam keributan punker tersebut, satu anak pung mengalami luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Brayat Minulya.

Berbagai Wilayah

11 Anak punk ditangkap Polresta Solo karena tawuran, Jumat (1/4/2016). (Oriza Vilosa/JIBI/SoloposTV)

11 Anak punk ditangkap Polresta Solo karena tawuran, Jumat (1/4/2016). (Oriza Vilosa/JIBI/SoloposTV)

Berdasarkan keterangan sementara, anak-anak punk tersebut berasal dari berbagai wilayah, mulai Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kedatangan mereka ke Kota Solo juga belum diketahui apa alasannya.

“Baunya dekil-dekil semua mereka ini. Tadi, langsung dijemur di Mapolresta,” paparnya.

Sebelumnya, aparat Polresta Solo juga mengamankan belasan anak jalanan dan punker yang berkeliaran di sejumlah persimpangan jalan di Kota Solo, antara lain persimpang Panggung, Ngemplak, depan Terminal Tirtonadi, dan Gemblegan.

Dari belasan anak jalanan itu, dua di antaranya adalah anak di bawah umur. Bahkan dua anak  masih berstatus pelajar SMP. Mereka memilih mengamen di persimpangan-persimpangan jalan sepulang sekolah.

11 Anak punk ditangkap Polresta Solo karena tawuran, Jumat (1/4/2016). (Oriza Vilosa/JIBI/SoloposTV)

11 Anak punk ditangkap Polresta Solo karena tawuran, Jumat (1/4/2016). (Oriza Vilosa/JIBI/SoloposTV)

Dalam pengamanan itu, polisi berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam, selain alat mengamen. Polisi juga sempat menemukan sejumlah obat-obatan yang terindikasi terlarang.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…