Besi untuk bangku taman terlihat rusak dan sebagian hilang di kawasan Ngarsopuro, Solo, Jumat (11/3/2016). Kerusakan dan hilangnya sebagian besi bangku taman tersebut diduga akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Jumat, 11 Maret 2016 22:40 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Solo Share :

FASILITAS PUBLIK SOLO
Fasilitas Umum Koridor Ngarsopuro Tak Terawat

Fasilitas publik Solo yang ada di Koridor Ngarsopuro tak terawat.

Solopos.com, SOLO--Sejumlah fasilitas umum di Koridor Ngarsopuro tak terawat. Warga berharap pemerintah segera membenahi ruang publik yang berada di jantung Kota Bengawan itu.

Pantauan Solopos.com, Jumat (11/3/2016), sampah bekas plastik makanan bertebaran di sekitar kursi taman. Kondisi kursi taman yang berada di sepanjang koridor, sebagian telah patah dan catnya mulai mengelupas. Sedangkan sebagian dinding tiang lampu juga menjadi sasaran corat-coretan.

Pengunjung Koridor Ngarsopuro, Aldi, 25, menyebut kondisi ruang publik tersebut kini terkesan kotor dan tidak terawat. “Sampahnya tidak segera dibersihkan petugas kebersihan. Kursinya juga banyak yang patah. Yang di sini [sisi barat] sepertinya malah patah seperti bekas digergaji orang,” tuturnya saat ditemui di sekitar koridor.

Aldi menyayangkan perawatan Koridor Ngarsopuro yang kini makin jarang dimanfaatkan untuk venue pertunjukan agenda budaya. “Letaknya taman ini kan di tengah kota. Kerap jadi jujugan wisatawan asing juga. Sebaiknya segera dibenahi,” sarannya.

Salah seorang PKL yang biasa berjualan di Koridor Ngarsopuro, Parjimin, 50, mengatakan rusaknya sejumlah fasilitas publik di jalur pedestrian tersebut telah terjadi cukup lama. “Sudah dari lima bulan yang lalu lebih. Awalnya yang rusak masih sedikit. Sekarang makin banyak,” paparnya.

Sementara itu, Petugas Linmas Kelurahan Keprabon, Hartono, mengemukakan semenjak dibangun pada 2010 lalu, Koridor Ngarsopuro belum pernah diperbaiki. “Sejak dulu sampai sekarang belum pernah diperbaiki. Harusnya ini sudah diperbaiki. Bahan kursinya itu kan bukan sepenuhnya besi, tapi besi campuran. Kemungkinan tidak terlalu awet rawan keropos,” terangnya.

Menurut Hartono, Koridor Ngarsopuro telah mendapatkan penjagaan dari Linmas Kota Solo dan perawatan dari petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Solo. “Biasanya yang jaga petugas Linmas Kota. Kalau kami paling duduk-duduk di depan situ sekalian patroli kampung,” kata dia.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…