Masjid di Desa Piyak, Bojonegoro terendam banjir, Jumat (26/2/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo) Masjid di Desa Piyak, Bojonegoro terendam banjir, Jumat (26/2/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
Kamis, 3 Maret 2016 03:05 WIB JIBI/Antara Madiun Share :

BENCANA BOJONEGORO
Jepang Beri Alat EWS Berbasis Ponsel untuk Bojonegoro

Bencana Bojonegoro khususnya banjir mendapat perhatian dari Jepang.

Solopos.com, BOJONEGORO – Japan International Cooperation Agency (JICA) Jepang akan memberikan bantuan peralatan peringatan dini atau early warning system (EWS) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur. Peralatan itu berguna untuk memantau banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo.

“Peralatan peringatan dini banjir luapan Bengawan Solo bantuan JICA masih dalam proses, sebab Bojonegoro harus mengajukan proporsal melalui BPBD Provinsi Jawa Timur,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo di Bojonegoro, Rabu (2/3/2016).

Ia mengatakan BPBD sekarang ini mengumpulkan foto terkait dapal meluapnya Bengawan Solo, terutama yang merendam tanaman padi.

“Foto tanaman padi yang terendam air banjir Bengawan solo, untuk melengkapi pengajuan proporsal,” ucapnya.

Andik menjelaskan Tim JICA Jepang dan BPBD Provinsi Jawa Timur pernah sekali memantau meluapnya Bengawan Solo di daerahnya pada Januari lalu.

Berdasarkan hasil pemantauan itu, JICA menjanjikan akan memberikan bantuan lima unit peralatan peringatan dini banjir Bengawan Solo.

“Proses pengajuan bantuan peralatan peringatan dini melalui BPBD Provinsi Jawa Timur,” papar Andik.

Menurut rencana, lanjut dia, peralatan peringatan dini banjir Bengawan Solo akan dipasang di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, di Kecamatan Balen, dan Desa Semambung, Kecamatan Kanor.

Selain itu, EWS juga akan dipasang di Kali Kening, di Kecamatan Trucuk, yang airnya masuk ke Bengawan Solo, dan Taman Bengawan Solo (TBS) di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota.

“Peralatan peringatan dini banjir bantuan JICA berbasis telepon selular,” ujar dia. Dengan demikian, katanya, perkembangan ketinggian air sungai terpanjang di Jawa di daerahnya, bisa terpantau melalui telepon selular setiap waktu.

Peralatan peringatan dini itu, juga mampu memantau besarnya curah hujan. Yang jelas, katanya, peralatan peringatan dini banjir dari JICA itu, akan mampu memantau fluktuasi ketinggian air Bengawan Solo, setiap waktu.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…