Rombongan kapal Kepala DKP Gunungkidul Agus Priyanto usai melihat lokasi di Pantai Luwen, Selasa (23/2/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Rombongan kapal Kepala DKP Gunungkidul Agus Priyanto usai melihat lokasi di Pantai Luwen, Selasa (23/2/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 24 Februari 2016 21:55 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PENATAAN GUNUNGKIDUL
Pantai Luwen Akan Dijadikan Dermaga Tangkap Nelayan

Penataan Gunungkidul kali ini menyasar Desa Kanigoro.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul berencana mengembangkan kawasan Pantai Luwen, di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari untuk dermaga tangkap nelayan. Upaya ini merupakan bagian dari program penataan kawasan Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari.

Secara geografis, dua pantai ini sangat berdekatan karena hanya bersebelahan, karena letak Pantai Luwen berada di bawah Baron Tekno Park. Jika ditempuh melalui jalur laut juga tidak lama, karena waktu tempuhnya kurang dari lima menit, sehingga sangat cocok untuk pengembangan kawasan.

Meski telah dilakukan peninjauan lokasi di Pantai Luwen, upaya pengembangan masih dalam tahap awal. Menurut Kepala DKP Gunungkidul Agus Priyanyo, proses itu masih tahap penjajakan dan baru sebatas survei lokasi. Namun demikian, ia tidak menampik jika pihaknya akan menjadikan pantaitersebut sebagai dermaga tangkap bagi nelayan di sekitar Baron.

“Nanti kita buatkan detail engineering design [DED] kawasan, untuk kemudian diajukan program ke pemerintah pusat,” kata Agus kepada Solopos.com, usai meninjau lokasi di Pantai Luwen, Selasa (23/2/2016).

Dia menjelaskan, sebelum desain tersebut dibuat, DKP akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, salah satunya untuk memastikan lokasi Pantai Luwen bisa digunakan untuk pengembangan.
“Rencananya kami akan melakukan koordinasi di minggu depan. Salah satunya untuk membahas apakah kawasan tersebut masuk dalam lingkungan konservasi atau tidak,” ujar mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja itu.

Lebih jauh dikatakan Agus, rencana pembuatan dermaga tangkap bagi nelayan, salah satunya untuk menunjang penataan kawasan di Pantai Baron. Untuk sekarang, kondisinya kurang tertata karena antara aktivitas nelayan dengan wisatawan masih menjadi satu, sehingga kesan semrawut bisa dikurangi.

“Kalau program ini bisa gol, kapal-kapal nelayan lengkap beserta peralatan tangkap akan dipindah ke Luwen. Di sana nanti juga akan dilengkapi dengan kereta untuk mengangkut hasil tangkapan para nelayan,” papar Agus.

Sementara itu, salah seorang Pedagang di Pantai Baron Satijem mengaku mendukung upaya dari pemkab untuk memfungsikan Pantai Luwen sebagai lokasi untuk nelayan. Harapannya jika upaya tersebut dilakukan maka memberikan dampak positif bagi pengembangan wisata di Baron. “Kami sebagai pedagang tidak masalah, tapi tidak tahu bagaimana pendapat para nelayan,” kata Satijem, kemarin.

Dia mengakui, untuk sekarang kondisi Baron sudah penuh dengan kapal-kapal nelayan sehingga berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung. “Bisa lihat sendiri, jaring-jaring nelayan ditinggal begitu saja di pantai sehingga membuat pemandangan jadi kurang bagus,” ungkapnya.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…