KETINGGIAN AIR--Ketinggian Air Sungai Bengawan Solo berdasarkan pengamatan di pintu air Jurug, Solo mencapai 9,01 meter. Foto diambil Rabu (22/2/2012). JIBI/SOLOPOS FM/ AVRILIA WAHYUANA
Minggu, 21 Februari 2016 14:30 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Solo Share :

APLIKASI SMARTPHONE
FEWEAS, Pantau Bengawan Solo Melalui Smartphone

Aplikasi Smartphone, ITB, IFCRCS dan Perum Jasa Tirta I membangun sistem pemantauan Bengawan Solo melalui smartphone.

Solopos.com, SOLO—Sebuah aplikasi sistem peringatan dini banjir dan pemantauan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo diluncurkan belum lama ini. Aplikasi yang dapat diunduh via smartphone itu direspons positif karena dinilai mampu meningkatkan pengawasan partisipatif warga terhadap potensi banjir.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Sabtu (20/2/2016), aplikasi bernama Flood Early Warning-Early Actions System (FEWEAS) Bengawan Solo ini dikembangkan Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan IFCRCS dan Perum Jasa Tirta I. Aplikasi tersebut dapat memantau DAS Bengawan Solo yang meliputi 17 kabupaten dan tiga kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Beberapa fitur yang dapat diakses yakni pengamatan curah hujan, pengamatan tinggi muka air, prediksi cuaca, prediksi iklim hingga prediksi banjir. Masyarakat juga dapat berbagi keadaan cuaca di wilayah lewat fitur Info Anda.

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Gatot Sutanto, mengatakan aplikasi tersebut telah disosialisasikan Perum Jasa Tirta pada bulan ini. Menurut Gatot, aplikasi FEWEAS Bengawan Solo sangat membantu dalam pemantauan tinggi muka air (TMA) sebagai antisipasi banjir.

“Sebelum ada aplikasi, kami harus mengecek di tiap pos pantau lewat radio, handy talky atau handphone. Kadang proses ini membutuhkan waktu dan tidak selalu nyambung,” ujarnya saat ditemui Solopos.com, di ruang kerjanya, Sabtu.

Gatot mengatakan pengamatan TMA secara real time melalui aplikasi dapat memprediksi potensi luapan air di Kota Bengawan. Hanya dengan sekali klik, pihaknya dapat melihat TMA di lokasi-lokasi vital seperti Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Pintu Air Jurug, Dam Colo Sukoharjo, Sungai Dengkeng Klaten hingga Kali Samin. “Kami sudah menginstruksikan petugas BPBD agar mengunduh aplikasi. Warga juga bisa mengakses aplikasi yang sama. Semakin banyak yang memonitor (Bengawan Solo) tentu semakin bagus.”

Ketua Komisi II DPRD, Y.F. Sukasno, mengapresiasi munculnya teknologi informasi untuk antisipasi dini bencana banjir. Sukasno menilai informasi curah hujan di Wonogiri, Sukoharjo, Klaten dan Boyolali sangat penting bagi warga Solo kaitannnya dengan tanggap bencana. Pihaknya mendorong ada sosialisasi khususnya bagi warga di sekitar aliran sungai untuk mengakses aplikasi. “Sekarang kan hampir semua warga punya telepon seluler. Aplikasi ini bisa sangat bermanfaat,” ujarnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Refleksi Pariwisata Solo 2013-2017

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (5/12/2017). Esai ini karya B.R.M. Bambang Irawan, Kepala Pusat Studi Pariwisata Universitas Sebelas Maret dan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah brmbirawan@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Publik pasti paham…