News
Jumat, 12 Februari 2016 - 02:00 WIB

KISAH TRAGIS : Baru 30 Jam Lahir, Bayi Ini Meninggal

Redaksi Solopos.com  /  Evi Handayani  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Foto Charlie Jermyn (Swns.com)

Kisah tragis ini tentang seorang bayi yang meninggal dunia.

Solopos.com, CORNWALL — Lantaran keracunan darah, seorang bayi yang baru hidup selama 30 jam setelah dilahirkan, meninggal dunia. Simak kisah tragisnya kali ini.

Advertisement

Dilansir Dailymail, Rabu (10/2/2016), bayi bernama Charlie Jermyn ini meninggal dunia pada Mei 2015 lalu.

Sebelum melahirkan, Hayley, sang ibu sempat dibawa ke rumah sakit. Beberapa waktu kemudian, wanita tersebut diperbolehkan pulang. Tak berselang lama, bayi Hayley (Charlie) justru lahir di rumahnya yang terletak di Cornwall, Inggris. Bayi nahas tersebut lahir di toilet.

Charlie mengalami keracunan darah. Sebelum meninggal, sebenarnya telah tampak beberapa gejala di tubuh bayi ini. Sayang, suster yang merawat Charlie tidak cukup tanggap melihat tanda-tanda tersebut.

Advertisement

Charlie meninggal dunia setelah 30 jam bertahan dengan sakit yang diidapnya. Sebagai informasi, keracunan darah termasuk kondisi kesehatan berbahaya dan belum bisa teridentifikasi dengan mudah.

Sebenarnya, dua orang perawat yang mendatangi rumah Hayley telah menemukan gejala pada tubuh bayi tersebut. Namun, keduanya tidak menyadari keadaan itu sebagai gejala sesuatu yang berbahaya.

Pada Kamis (11/2/2016), ada wacana dilakukan pemeriksaan terkait kematian Charlie. Ahli mengatakan bahwa Bayi ini mungkin saja terkena infeksi Strep A.

Advertisement

Jika benar Charlie terkena infeksi Strep A, pada saat kritis petugas medis bisa saja memberinya antibiotik, sehingga kematian bayi ini bisa dicegah. Tim pemeriksa juga mengatakan setelah dilahirkan, harusnya Charlie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan serius.

Sebagaimana dilansir The Hearing, dua suster yang merawat Charlie melewatkan tanda-tanda yang terdapat pada tubuh bayi tersebut. Pada tubuh Charlie terdapat tanda kemerahan yang menunjukkan ciri-ciri penyakitnya. Sayang, dua suster itu tidak segera membawa bayi tersebut ke rumah sakit.

“Bayi itu mungkin bisa bertahan lebih lama jika ia lahir di rumah sakit serta mendapatkan perawatan yang tepat,” terang Dr. James Gray, seorang ahli mikrobiologi dari Truro, Inggris. (Dhika Intan N.A./JIBI/Solopos.com)

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif