Jogja
Rabu, 10 Februari 2016 - 19:21 WIB

DPRD DIY Digeruduk Siswa SD, Ada Apa?

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Siswa kelas 4 SD IT Nurul Islami datang ke gedung DPRD DIY, Rabu (10/2/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)

DPRD DIY digeruduh siswa SD IT Nurul Islami

Harianjogja.com, JOGJA- Rafa, siswa kelas 4 SD IT Nurul Islami datang ke gedung DPRD DIY dengan jas dan peci hitam. Dua temannya berpakaian serupa, Raihan mengenakan jas abu-abu dengan peci hitam sementara Dafa mengenakan jas dan peci sewarna dengan Rafa. Penampilan ketiganya tampak mencolok diantara puluhan siswa lain yang mengenakan seragam putih merah.

Advertisement

“Saya jadi Ketua MPR, Raihan Ketua DPR dan Raihan jadi wakil presiden,” ujarnya menjelaskan alasan pemilihan kostum itu.

Rafa, Dafa dan Raihan adalah tiga dari 69 siswa yang datang ke gedung DPRD kemarin (10/2/2016). Mereka Tak hanya bergaya serupa wakil rakyat saja, ketiga bocah itu bahkan fasih memaparkan tugas dan fungsi lembaga legislatatif dan sistem pemerintahan di Indonesia. Mereka pun bercita-cita bisa menjadi salah legislator maupun eksekutif pemerintahan.

“Kalau DPR mereka yang membuat undang-undang yang rumit-rumit,” jawab Rafa dengan penuh keyakinan.

Advertisement

Guru pendamping rombongan siswa, Santo mengatakan kunjungan ini adalah bagian dari pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam materi kepemimpinan mereka diajak untuk mengenal pemerintahan di Indonesia.

Wakil ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto yang menyambut rombongan siswa mengaku cukup terkejut dengan pertanyaan yang terlontar dari para siswa. Di luar dugaannya, para siswa sudah cukup memahami keberadaan lembaga pemerintahan dan isu-isu teranyar seputar pemerintahan.

“Ada yang tanya cara mendeteksi korupsi di DPRD bagaimana, ini pertanyaan menarik karena mereka sudah menyadari keberadaan KPK dan institusi lainnya,” ungkap Inung, sapaan Arif.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif