Ilustrasi Puskesmas (Dok/JIBI) Ilustrasi Puskesmas (Dok/JIBI)
Senin, 8 Februari 2016 05:00 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PELAYANAN KESEHATAN KARANGANYAR
Puskesmas di Karanganyar Dinilai Kotor dan Memprihatinkan

Pelayanan kesehatan Karanganyar di tingkat Puskesmas dinilai tidak maksimal, setidaknya dilihat dari kondisi fisiknya.

Solopos.com, KARANGANYAR — Kondisi fisik beberapa puskesmas di Kabupaten Karanganyar dinilai kurang mencerminkan kebersihan dan kesehatan lingkungan lantaran terkesan kotor. Hal itu terungkap saat rombongan Komisi D DRPD Karanganyar menggelar kunjungan kerja di Puskesmas Gondangrejo, pekan lalu. Kegiatan itu dipimpin Ketua Komisi D DPRD Karanganyar yang juga Ketua DPC PDIP Karanganyar, Endang Muryani.

Menurut dia cukup banyak puskesmas yang kondisi fisiknya terkesan kurang bersih dan rapi. Bahkan Komisi D DPRD mendapati puskesmas yang tidak mempunyai tempat sampah. Pemkab diminta lebih memperhatikan perawatan fisik puskesmas.

“Kondisi fisiknya kentara sekali kurang perawatan. Hal ini tentu memprihatinkan sekali. Sebab puskesmas merupakan fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Bagaimana masyarakat mau datang ke puskesmas kalau kondisi fisiknya seperti itu,” tutur dia.

Endang menuturkan, anggaran kebersihan untuk satu puskesmas hanya di angka Rp500.000 per tahun. Angka tersebut dinilai dia sangat kurang. Apalagi anggaran untuk perawatan fisik hanya Rp5 juta. Terkadang anggaran tersebut mesti dipotong untuk kegiatan lain. “Ini menjadi catatan penting Komisi D DPRD yang akan kami sampaikan kepada SKPD terkait. Bagaimana Karanganyar menuju kabupaten yang cerdas dan sehat kalau fasilitas kesehatannya seperti ini. Pemkab harus segera melakukan evaluasi,” kata dia.

Penuturan senada disampaikan anggota Komisi D DRPD Karanganyar, Latri Listyowati. Menurut kondisi puskesmas yang kurang bersih memicu migrasi pasien ke klinik swasta atau ke luar Karanganyar. Fenomena tersebut dinilai dia ironis bagi Pemkab setempat. Latri juga menyoroti pelayanan kepada masyarakat yang dinilai masih kurang.

“Prinsip tiga S, yaitu senyum, sapa, salam, belum berjalan optimal. Dengan kondisi fisik bangunan puskesmas yang seperti itu, dan pelayanan kurang, masyarakat pilih ke swasta,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, mengakui kondisi fisik puskesmas belum ideal. Hal itu disebabkan karena minimnya anggaran perawatan. Pengajuan anggaran rutin oleh DKK diklaim selalu mentah saat pembahasan. Upaya membenahi fasilitas kesehatan dilakukan dengan melakukan pembangunan puskesmas secara bertahap. Menurut dia tahun ini ada tiga puskesmas yang akan dibangun ulang. Ketiga puskesmas tersebut Puskesmas Jatipuro, Kebakkramat, dan Tawangmangu.

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…