Pasien rawat jalan mengantre untuk menggunakan fasilitas jaminan kesehatan besutan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di ruang tunggu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi, Jebres, Solo, Kamis (2/1/2013). Selain peserta pengalihan dari Askes, Jamkesmas, TNI/PoIri dan Jamsostek, masyarakat dapat mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan yang beroperasi pada 1 Januari 2014. (Maulana Surya/JIBI/Solopos) Ilustrasi layanan BPJS di RSUD Moewardi (JIBI/Solopos/Dok)
Jumat, 5 Februari 2016 18:55 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Solo Share :

MASALAH LINGKUNGAN SOLO
Limbah Mengalir ke Selokan, DPU Surati Manajemen RSUD dr Moewardi

Masalah lingkungan Solo, Pemkot Solo melayangkan surat teguran terkait pengelolaan limbah yang masuk di selokan drainase.

Solopos.com, SOLO–Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Solo melayangkan surat pemberitahuan sekaligus teguran kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Solo. Surat teguran itu berisi permintaan agar pihak RSUD ikut berpartisipasi menjaga kebersihan selokan di sekitar Jl. Kolonel Soetarto yang dialiri limbah dari RSUD setempat.

Kabid Drainase DPU Solo, Arif Nurhadi, mengatakan limbah dari RSUD selama ini mengalir ke selokan tempat aliran hujan di kawaan Jl. Kol.Soetarto. Padahal, peruntukan drainse tersebut untuk jalan air hujan agar tak terjadi genangan dan banjir.

“Mestinya, limbah dari RSUD itu tak dibuang ke selokan umum, tapi di bak penampungan sendiri,” ujarnya kepada Solopos.com, Jumat (5/2/2016).

Selokan yang kerap menjadi aliran limbah dari RSUD, kata Arif, berada di bagian barat RSUD. Dilihat dari jenis limbahnya, kata dia, limbah tersebut ditengarai adalah limbah dapur kantin di dalam RSUD dr. Moewardi.

“Kami sudah melayangkan surat ke pengelola RSUD dr.Moewardi. Tapi, sampai sekarang belum ada jawabannya,” paparnya.

Menanggapi hal itu, pejabat humas RSUD dr.Moewardi Solo, Elisa, mengaku belum membaca ihwal surat teguran yang dilayangkan DPU. Besar kemungkinan, kata dia, surat itu langsung disampaikan ke meja jajaran direksi dan langsung ditindaklanjuti.

“Seingat saya dulu sudah pernah ada upaya dari pegawai RSUD untuk mengingatkan keberadaan para pedagang di kawasan Moewardi yang meninggalkan sampah di selokan-selokan,” paparnya.

Menurut Elisa, limbah yang mengalir ke selokan selama ini dihasilkan oleh sejumlah kantin RSUD, para pedagang kaki lima di sekitar Moewardi. Elisa memastikan limbah tersebut bukan berasal dari limbah medis RSUD. “Kami akan cek lagi soal limbah itu. Yang jelas, keberadaan pedagang selama ini selalu meninggalkan limbah dan sampah di selokan. Padahal, pinta kami dulu ialah di depan RSUD harus bebas PKL,” paparnya.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…