Puluhan tenaga honorer K2 membentangkan spanduk berisi petisi tuntutan yang akan disampaikan saat berunjuk rasa di Jakarta. Mereka berangkat ke Jakarta dari kantor DPRD Sukoharjo, Senin (14/9/2015). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Jumat, 22 Januari 2016 17:53 WIB Indah Septiyaning W/JIBI/Solopos Solo Share :

TENAGA HONORER SOLO
Honorer K2 Solo Akan Datangi Kementerian PAN dan RB, Ini Tuntutannya

Tenaga honorer Solo, ratusan tenaga honorer K2 di Kota Solo akan mendatangi Kementerian PAN dan RB menuntut kejelasan pengangkatan sebagai CPNS.

Solopos.com, SOLO–Ratusan tenaga honorer kategori II (K2) di Kota Solo resah terkait kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) yang membatalkan rencana pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2016.

Mereka mengancam akan nglurug ke Jakarta guna mempertanyakan kejelasan nasibnya. Salah satu tenaga honorer K2 di Solo, Haryono, mengaku kecewa dengan kebijakan Menpan. Menpan membatalkan rencana pengangkatan honorer K2 dengan alasan tak ada anggaran.

“Kami sangat resah dengan informasi itu. Padahal jelas-jelas kami dijanjikan tahun ini bisa diangkat,” kata dia kepada Solopos.com, Jumat (22/1/2016).

Haryono bersama ratusan tenaga honorer K2 lainnya berencana menemui Menpan dan RB. Mereka akan mempertanyakan nasibnya. Selama ini Pemerintah dinilai hanya obral janji dan tidak bisa merealisasikannya. Ia bersama honorer K2 lainnya berharap bisa ada kejelasan apakah diangkat menjadi CPNS atau tidak.

“Saya sudah kerja 10 tahun. Saya berharap bisa segera ada kejelasan. Apalagi tahun lalu BKD [Badan Kepegawaian Daerah] minta kami melengkapi kelengkapan administrasi,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, ternyata tetap saja belum ada kepastian akan nasib para tenaga honorer K2 yang tidak lolos seleksi 2013 ini. Ironisnya, Menpan dan RB memutuskan tidak akan mengangkat honorer K2 tahun ini.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pegawai BKD Solo Lancer S. Naibaho mengaku banyak menerima keluhan dan pengaduan dari tenaga honorer K2 di Solo. Mereka mempertanyakan kebenaran informasi terkait pembatalan pengangkatan honorer K2 oleh Kemenpan dan RB. Lancer mengaku tak bisa berbuat apa-apa dengan kebijakan itu.

“Kami sudah memverifikasi data tenaga honorer K2. Data itu pun sudah kami kirim ke Kemenpan dan RB,” katanya.

Namun, Lancer belum bisa memastikannya nasib para tenaga honorer K2 tersebut. Hal ini lantaran tidak adanya kejelasan dari Kemenpan dan RB soal nasib mereka. Menurutnya, verifikasi yang telah dilakukan hanya digunakan sebagai bahan analisis dan pertimbangan perumusan kebijakan selanjutnya.

Verifikasi ini dinilai perlu dilakukan guna pemutakhiran data di mana masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD). “Dari hasil verifikasi, ada 11 honorer di antaranya sudah meninggal dunia.  Jadi dari 520 honorer K2, tinggal 509 honorer yang kini belum jelas nasibnya,” kata Lancer.

Lancer berharap Pemerintah Pusat segera memberikan kepastian karena usia honorer K2 rata-rata sudah tua. Lancer mengaku tak dapat berbuat banyak karena pengangkatan sebagai CPNS merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Selain honorer K2, Lancer menambahkan, BKD juga belum mendapatkan kepastian mengenai kemungkinan rekrutmen CPNS melalui jalur umum. Padahal sebelumnya Pemkot telah mengusulkan tambahan 1.500 pegawai ke Kemenpan dan RB. Tapi sejauh ini belum ada informasi balik mengenai berapa usulan yang diterima.

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…