Ilustrasi guru (Dok/JIBI/Solopos)
Selasa, 19 Januari 2016 06:40 WIB Joko Nugroho/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KINERJA GURU
Guru Jangan Malas Lakukan Penelitian

Tidak hanya sekadar mengajar di kelas saja, guru juga harus mengetahui perubahan dunia yang sangat cepat.
Solopos.com, JOGJA – Perkembangan dunia pendidikan yang semakin modern menuntut guru tidak hanya sebagai tenaga pengajar saja. Mereka juga harus mampu menjadi peneliti untuk mengetahui perkembangan dunia saat ini.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Umi Rokhyati mengatakan metode pendidikan yang dilakukan guru sudah harus berubah. Tidak hanya sekadar mengajar di kelas saja, guru juga harus mengetahui perubahan dunia yang sangat cepat.

“Para guru memang harus multitalenta. Selain mengajar, mereka juga harus bisa menyediakan keahlian, membekali pengetahuan dan mempersiapkan kepemimpinan para peserta didik. Salah satunya lewat penelitian,” kata Umi di ruang kerjanya, Senin (18/1/2016).

Umi berharap dengan pengembangan diri lewat penelitian ini, ke depannya guru tidak hanya piawai mengajarkan. Merkea benar-benar mampu mampu berperan sebagai navigator, adaptor, komunikator, pembelajar, sosok yang visioner, pendidik independen, contoh pemimpin, pengkolaborasi, pengambil resiko dan mentor.

Perubahan tentu saja tidak hanya dilakukan guru, tapi juga lembaga yang menghasilkan guru. Lembaga pendidikan tenaga kependidikan harus mengubah kurikulum untuk mendukung upaya adaptasi dengan tuntutan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan globalisasi.

Penting bagi lembaga pendidikan ini untuk memasukkan penelitian dalam kurikulum. Dengan demikian para guru akan memiliki kewajiban melakukan penelitian di kelasnya. Ini sebagai upaya pembiasaan dan mendorong guru-guru baru tidak hanya sebagai praktisi namun juga ilmuan.

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…