Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Selasa, 12 Januari 2016 14:40 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

KEBUTUHAN AIR BERSIH
Pemerintah Hapus Utang PDAM Rp3,2 Triliun

Kebutuhan air bersih, PDAM di Indonesia masih memiliki utang terhadap pemerintah senilai lebih dari Rp3,2 triliun.

Solopos.com, JAKARTA–Pemerintah akan selesaikan utang perusahaan daerah air minum (PDAM) senilai Rp3,2 triliun yang sudah berlangsung lama untuk memperbaiki kinerja perusahaan dalam mendistribusikan air bersih.

“Kita ingin agar masalah ini selesai, agar PDAM di seluruh Indonesia bisa memperbaiki kapasitas mereka dalam pendistribusian air,” kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (12/1/2016).

Hal itu disampaikan Bambang seusai rapat tentang PDAM dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres di Jakarta.

Karena itu, pemerintah pusat mengambil inisiatif untuk segera menyelesaikan masalah PDAM dengan cara “debt to equity swap” yaitu mengubah utang PDAM yang ada selama ini ke pemerintah pusat, menjadi penyertaan modal dari pemda di PDAM masing-masing.

“Prosesnya akan kami ajukan nanti dalam APBN Perubahan 2016 dan tentunya nanti akan ada proses untuk memastikan bahwa pemda akan siap menyuntikkan utang tadi menjadi modal di PDAM,” jelas Bambang.

Sebanyak 114 PDAM masih berutang kepada pemerintah pusat yang lima di antaranya berutang lebih dari Rp100 miliar sementara selebihnya jumlah total utangnya kecil Rp1 triliun sampai Rp5 triliun.

Direktur Eksekutif Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Subekti mengatakan utang senilai Rp3,2 triliun tersebut merupakan akumulasi utang sejak 1989 sampai 2000-an.

“Ini berita bagus dan membuat buku PDAM menjadi bagus. Dengan buku yang bagus maka akan memudahkan PDAM mendapatkan dana dari luar, dari perbankan dan sebagainya untuk pengembangan,” kata Subekti.

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…