Presiden Joko Widodo (kiri) menerima hormat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat Rakernas PAN digelar di Jakarta, Rabu (6/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Fanny Octavianus). Presiden Joko Widodo (kiri) menerima hormat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat Rakernas PAN digelar di Jakarta, Rabu (6/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Fanny Octavianus).
Jumat, 8 Januari 2016 18:00 WIB Choirul Anam/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

RESHUFFLE KABINET
PAN Tak Minta-Minta Posisi di Kabinet

Reshuffle kabinet, PAN menegaskan tak akan meminta-minta jabatan menteri ke presiden.

Solopos.com, MALANG–Partai Amanat Nasional (PAN) tidak akan meminta-minta presiden untuk menduduki posisi menteri di kabinet jika reshuffle benar-benar dilaksanakan Presiden. Sekretaris Jenderal PAN Edi Suparno mengatakan PAN bergabung dalam pemerintah Presiden Jokowi  tidak melakukan prakondisi atau pun prasyarat apa pun.

“Kita betul-betul masuk untuk ikut serta membantu pemerintah dalam mempercepat program pembangunan nasional,” ujarnya di di sela-sela Peresmian Intitusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia dan Pusat Informasi dan Edukasi Nafsa di Malang, Jumat (8/1/2016).

Karena itulah, dia menegaskan PAN tidak dalam posisi meminta, mendikte, apalagi mendesak pemerintah untuk melakukan reshuffle. PAN menghormati hak prerogatif presiden terkait dengan masalah tersebut.

Dia menilai Presiden yang paling mengetahui kebutuhan utama saat ini untuk mempercepat proses pembangunan. Oleh karena itu PAN yang menjadi partai pendukung pemerintah dengan partai lain-lain siap membantu dan mendukung program-program pembangunan yang dilakukan pemerintah.

“Tapi tidak dalam posisi meminta-minta posisi di kabinet. Tidak ada kesepakatan apa pun antara PAN dan presiden,” ujarnya.

Namun jika PAN diminta Presiden untuk membantu di kabinet, dia menegaskan partai tersebut mempunyai kader yang tingkat kemampuan dengan spektrum yang sangat luas.  PAN akan menyiapkan kader-kader terbaiknya.

“Kader-kader terbaik PAN itu harus siap menjalankan amanah ketika perintah itu turun dari ketua umum PAN,” ujarnya.

Dia yakinkan PAN mempunyai  ahli ekonomi, politik, dan ahli luar negeri sehingga ketika dibutuhkan, maka mereka akan siap menjalankan kehormatan dan amanah tersebut.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…