Jumat, 1 Januari 2016 19:40 WIB Joko Nugroho/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PENDIDIKAN
DIY Siap Jalankan Pendidikan Budi Pekerti

Anies berharap sekolah mulai menjalankan pembelajaran budi pekerti melalui kegiatan nonkulikuler.

 

Anies Baswedan (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)

Anies Baswedan (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, JOGJA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan meminta para guru memperhatikan pendidikan nonkurikuler, mulai dari etika, hidup bersih dan bagaimana menjaga lingkungan. Bahkan pada 2016 ini Anies berharap sekolah mulai menjalankan pembelajaran budi pekerti melalui kegiatan nonkulikuler.

Hal ini sangat didukung Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Baskara Aji. Menurutnya program ini sangat bagus karena menumbuhkan jiwa kesadaran pada diri para siswa dan guru.

“Kami sangat berharap semakin kaya program pembelajaran maka kualitas lulusannya juga akan semakin baik. Jadi tidak hanya IPA dan IPS atau SMK yang dilihat tapi lebih pada kesadaran akan berbuat baik,” jelas Aji saat dihubungi Harian Jogja, Kamis (31/12).

Berbicara dengan DIY, Aji berharap pendidikan nonkulikuler juga memasukkan unsur budaya. Budaya menjadi dasar pengembangan pendidikan di semua jenjang. Tidak hanya SMA dan SMK, namun SMP dan SD sudah harus memasukkan pendidikan budaya ini.

“Memang ada kulikuler budaya di sekolah, tapi alangkah lebih baik jika pendidikan budaya ini ditumbuhkan dalam kegiatan nonkulikuler. Jadi siswa dan guru akan lebih memahami soal budaya. Bahkan jika perlu setiap materi pelajaran ada sentuhan budayanya,” kata Aji.

Aji mengaku jika tahun depan sudah harus menerapkan pendidikan Budi Pekerti pihaknya sudah siap. Sebab selama ini sudah menjalankan metode pembelajaran budi pekerti ini lewat pendidikan budaya.

“Pendidikan budaya ini berbasis toleransi dan menghormati orang lain. Sala satunya gampang mengucapkan terima kasih. Namun ini bukan Jogjanisasi dan Jawanisasi, kita ambil spiritnya saja,” jelas Aji.

Guru BK SMAN 1 Sleman, Herni Mastuti mengatakan jika program ini memang sangat baik. Pasalnya pendidikan budi pekerti memang harus dijalankan mulai sekarang untuk merubah sistem pengajaran yang hanya berpedoman pada nilai pelajaran saja.

“Kemandirian siswa memang harus lebih diutamakan. Selama ini banyak cara yang dilakukan agar lulus ujian, namun tidak pernah ada pendidikan akan kejujuran. Dua tahun belakangan ini semua itu baru terjadi,” jelas Herni.

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…