Soloraya
Kamis, 31 Desember 2015 - 20:00 WIB

TAHUN BARU 2016 : Polres Karanganyar Sebar Ratusan Personel di 12 Lokasi Malam Ini

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Polisi mengatur arus lalu lintas di jalan protokol Kota Kediri, menggunakan terompet pengganti peluit, Kamis (31/12/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Prasetia Fauzani)

Tahun baru 2016 mendorong konsentrasi masyarakat di berbagai titik. Polres Karanganyar pun menyebar ratusan anggota.

Solopos.com, KARANGANYAR — Polres Karanganyar menerjunkan 500 personel untuk menggelar operasi cipta kondisi di 12 lokasi pada Kamis (31/12/2015) malam.

Advertisement

Sasarannya adalah wilayah perbatasan Karanganyar hingga jalur dari dan menuju Tawangmangu. Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Sunindra, melalui Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Suryo Wibowo, menuturkan Polres akan mengerahkan 2.500 personel keamanan gabungan. Sebanyak 500 personel akan menggelar operasi cipta kondisi.

“Mereka [anggota] disebar di 12 titik rawan kecelakaan dan tindakan kriminal. Konsentrasi kami dua titik yakni Alun-Alun Karanganyar dan Tawangmangu. Itu untuk menciptakan situasi aman dan tertib pada malam perayaan pergantian tahun,” kata Suryo saat dihubungi Solopos.com, Kamis (31/12/2015).

Sasaran operasi cipta kondisi adalah penindakan terhadap kelengkapan surat-surat berkendara, knalpot blombong, pengguna kendaraan tidak menggunakan helm standar, dan sebagainya. Operasi juga menyasar penggunaan minuman keras, narkoba, senjata tajam, dan tindakan pelanggaran lainnya. Polres juga melibatkan anggota TNI.

Advertisement

“Setelah perayaan pergantian tahun, anggota akan melakukan pengamanan di Tawangmangu. Pengaman dari Karangpandan sampai perbatasan di Bancolono. Biasanya warga naik ke atas sampai siang hari,” jelas dia.

Suryo juga menuturkan rencana rekayasa jalan apabila arus lalu lintas di Jalan Lawu menuju Tawangmangu maupun sebaliknya padat dan macet. Arus kendaraan menuju maupun dari Tawangmangu akan dipecah dari berbagai arah. Pengendara yang turun dari Tawangmangu akan diarahkan melalui jalur Koripan Matesih atau lewat selatan sedangkan arus sebaliknya akan diarahkan melalui jalur utama Karangpandan.

“Kami lihat situasi. Jika diperlukan akan dilakukan rekayasa untuk memecah arus. Jika masih aman [arus lancar], kami hanya melakukan penjagaan dan monitoring,” tutur dia.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif