Ketua Tim Dekorasi Gereja Hati Kudus Yesus Sukoharjo, Krisnadi, 35, menyelesaikan pembuatan pohon Natal di gereja tersebut, Kamis (24/12/2015). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Jumat, 25 Desember 2015 13:40 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

NATAL 2015
Pohon Natal di Sukoharjo Ini Dibikin dari 1.000 Botol Bekas

Natal 2015 diperingati umat Kristiani.

Solopos.com, SUKOHARJO – Sebuah pohon Natal unik terpasang di ruang utama Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo. Pohon itu tidak terbuat dari tumbuhan cemara asli melainkan dari rangkaian botol plastik bekas tempat air mineral.

Pohon Natal setinggi kurang lebih 3 meter yang dilengkapi pernik-pernik itu lahir dari tangan Krisnadi, 35, bersama rekan-rekannya yang merupakan tim dekorasi gereja setempat.

Untuk membangun pohon lengkap dengan ornamen-ornamen lainnya Krisnadi membutuhkan 1.000 buah botol bekas. Dengan keterampilan yang dimilikinya, pembuatan pohon Natal tersebut bisa rampung selama empat hari.

“Ide membuatnya dari pesan gereja yang pada perayaan Natal tahun ini harus memperhatikan lingkungan. Berangkat dari situ kami berpikir untuk memanfaatkan botol-botol plastik bekas untuk membuat pohon Natal ini,” kata pemuda asal Tawangsari, Sukoharjo itu, Kamis (24/12/2015).

Melalui pohon itu, dia ingin mengajak umat menghayati peristiwa lahirnya Yesus ke dunia.

Pastur Gereja Hati Kudus Yesus Sukoharjo, Budi Haryana, menyatakan gereja yang terletak di kawasan kota Sukoharjo itu menggelar dua kegiatan, yakni malam Natal yang digelar Kamis malam dan ibadah Natal pada Jumat (25/12/2015) pagi.

“Persiapan Natal kami lakukan sejak sebulan lalu dengan berbagai kegiatan sosial. Puncaknya saat Natal 25 Desember,” kata Budi.

Di sisi lain aparat Polres Sukoharjo berjaga di luar gereja. Kasat Sabhara Polres Sukoharjo, AKP Basirun, mengatakan sterilisasi dilaksanakan untuk memastikan keamanan gereja.

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…