Olahraga Sambil Bermusik (Detik) Olahraga Sambil Bermusik (Detik)
Sabtu, 28 November 2015 16:30 WIB JIBI/Solopos/Newswire Kesehatan Share :

HASIL PENELITIAN
Manfaat Dengarkan Musik saat Olahraga

Hasil penelitian kali ini tentang manfaat mendengarkan musik saat berolahraga.

Solopos.com, JAKARTA — Mendengarkan musik bagi sebagian orang tak hanya sebagai hiburan. Musik juga dianggap sebagai pemicu konsentrasi terhadap apa yang dikerjakan, termasuk ketika berolahraga.

Berdasarkan studi yang dilakukan terhadap 800 atlet di Amerika Serikat dan Inggris, diperoleh data bahwa lebih dari 50% para atlet setuju penggunaan headphone bisa membantu mereka fokus selama berolahraga. Paparan studi itu dikemukakan oleh Product Marketing Manager Sennheiser. Wong Hang.

“Dengan mendengarkan musik ketika berolahraga, atlet atau mereka yang berolahraga bisa merasa nyaman,” ujar Kuan Wee Hong, seperti dikutip dari Detik, di Comma, Jakarta, Kamis (26/11/2015).

Selain masalah fokus, ada beberapa alasan lain yang dikemukakan oleh Hong, antara lain untuk mengusir kebosanan. Sebanyak 30% dari atlet itu mengatakan mendengarkan musik selama berolahraga bisa mengatasi perasaan bosan.

Menurut Hong, biasanya kondisi ini terjadi pada mereka yang berolahraga sendirian. Di samping itu, mendengarkan musik bisa membuat atlit lebih nyaman.

Meski memiliki fungsi sebagai penyemangat dan penambah fokus, Hong punya saran penggunaan headphone yang baik dan benar ketika berolahraga.

Menurutnya, sebaiknya menggunakan headphone dengan model cover open, sehingga suara tidak benar-benar kedap. “Kalau pakai earphone, jangan yang memiliki model in-ear. Pakailah yang model ear-bud,” tambahnya.

Selain itu dikutip dari Kantor Berita Antara, Kamis, media pemutar musik juga menjadi hal penting lainnya, karena tiap-tiap pemutar musik baik itu ponsel, komputer tablet, komputer meja, memiliki besaran produksi suara yang berbeda. “Risikonya kalau Anda salah pilih, keluaran suara dan musik yang didengarkan menjadi tidak optimal,” pungkasnya.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…