News
Selasa, 10 November 2015 - 20:30 WIB

PENGADAAN BBM : Kilang PT TPPI Sudah Produksi, Targetnya Kurangi 20% Impor Premium

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kilang minyak. (JIBI/Antara)

Pengadaan BBM di kilang PT TPPI untuk mengurangi impor premium mulai berlangsung.

Solopos.com, SURABAYA — Produksi bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di kilang milik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) telah mencapai 40% dari total kapasitas 61.000 barel per hari.

Advertisement

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengatakan perusahaan sedang berupaya mengoperasikan kilang PT TPPI dengan kapasitas penuh. Saat ini, produksi Premium di kilang tersebut sekitar 40% dan ditargetkan mampu memproduksi 61.000 barel Premium per hari.

“Kilang TPPI sudah lama tidak berproduksi, dan kami berupaya mengoptimalkannya, karena tidak ingin aset yang bagus itu idle,” katanya di Terminal BBM Pertamina Grup Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/11/2015).

Wianda Pusponegoro menuturkan pengoperasian kilang PT TPPI dengan kapasitas penuh dapat menghemat devisa negara hingga US$1,9 miliar per tahun, atau setara dengan Rp24 triliun. Penyebabnya, hal itu dapat mengurangi impor Premium hingga 20%.

Advertisement

Saat ini, konsumsi Premium nasional mencapai 29,5 juta kilo liter per tahun. Dari jumlah tersebut, 17,1 juta barel diantaranya diperoleh dari luar negeri melalui skema impor. Start up pengoperasian kilang PT TPPI sendiri dilakukan pada akhir September 2015.

Kilang PT TPPI kembali dioperasikan oleh Pertanina setelah statusnya sempat dinonaktifkan karena kasus dugaan korupsi dan pencucian uang dalam penjualan kondensat yang melibatkan TPPIdan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Kilang tersebut sempat dioperasikan pada 1 November 2013 sebagai kerja sama pengolahan (tolling agreement) antara PT TPPI dengan Pertamina. Akan tetapi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan agar kilang tersebut kembali ditutup sehingga kembali tidak produktif.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif