Ilustrasi hujan (wallconvert.com) Ilustrasi hujan (wallconvert.com)
Sabtu, 7 November 2015 21:10 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

ANGIN KENCANG SRAGEN
Hujan Es dan Angin Ribut Landa Sragen, 150-an Rumah Rusak

Angin kencang di Sragen disertai hujan es menyebabkan ratusan rumah rusak.

Solopos.com, SRAGEN — Hujan es disertai angin ribut menerjang sejumlah wilayah di Desa Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Sabtu (7/11/2015) sore. Genting 150 rumah warga setempat beterbangan, tiga rumah roboh, dan satu rumah tertimpa pohon. Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian diperkirakan mencapai Rp100 jutaan.

Bencana angin ribut juga melanda beberapa wilayah di Sragen Kota dan Sidoharjo. Kepala Desa Cepoko, Sumberlawang, Ngadiman, kepada Solopos.com, Sabtu malam, mengatakan hujan es disertai angin ribut itu terjadi di Dusun Cokeran, Gembol, dan Mojorejo. Dia mengisahkan hujan es itu merupakan hujan kali keempat di Desa Cepoko, tetapi hujan kali ini yang paling deras.

“Hujan sebelumnya hanya gerimis saja. Rumah milik Darto, 62, di RT 013, rumah Mutasir, 50, di RT 012 Dusun Cokeran dan rumah milik Bisri, 50, RT 022 Dusun Gembol roboh karena diterjang angin. Sedangkan rumah Rusdiyanto, 45, warga Dusun Mojorejo tertimpa pohon besar. Untungnya sebagian bangunan rumah Rusdiyanto masih bisa digunakan untuk bermalam,” kata Ngadiman.

Dia mengatakan dari 150 rumah yang gentingnya beterbangan, hanya dua rumah di antaranya yang gentingnya habis. Penghuni rumah itu, kata dia, terpaksa bermalam di rumah tetangga karena kondisi hingga pukul 20.00 WIB masih hujan gerimis. “Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB. Ya baru kali ini hujan disertai es. Tadi warga langsung memotongi pohon yang menimpa rumah Rusdiyanto. Kondisi jaringan listrik masih padam,” katanya.

Kejadian serupa juga terjadi di Kampung Bangak RT 003/RW 001 Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen Kota sekitar pukul 15.30 WIB. Kasi Trantib Kecamatan Sragen Kota, Luviantriyas Wahyu, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu malam, mengatakan rumah milik anggota staf Kecamatan Kedawung, Budi, 53, tertimpa tiang listrik.

Atap asbes beberapa rumah juga tersingkap ke jalan, yakni rumah milik Nanang dan Jamari. Atap asbes Salon Mawar di kampung itu juga ikut terbawa angin.

“Selain itu beberapa batang pohon tumbang dan menghambat jalur lalu lintas di ring road utara dari Kelurahan Sine hingga simpang tiga Pasar Nglangon. Warga, arapat kelurahan dan kecamatan dibantu aparat Polsek Sragen Kota dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung membersihkan jalan agar tidak menganggu jalan,” katanya.

Luvi masih kesulitan mendata dan memprediksi kerugian akibat bencana itu karena jaringan listri padam hingga malam hari. Dia berencana melanjutkan pendataan pada Minggu (8/11/2015) pagi. Selain itu, seng GOR Diponegoro juga melayang saat angin ribut lewat. Kejadian itu membuat para warga yang berolahraga kalangkabut.

Sekretaris Bidang Tanggap Darurat MDMC Sragen, Fauzi, juga menjumpai pohon tumbang melintang di jalan Solo-Sragen tepatnya di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, sekitar pukul 16.00 WIB. “Saya melihat 10 orang warga memangkas ranting pohon itu agar tidak menganggu lalu lintas jalan. Arus lalu lintas sempat terganggu dengan aktivitas pemangkasan pohon itu,” tambahnya.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…