Ilustrasi
Selasa, 20 Oktober 2015 14:40 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

DESA MANDIRI INDONESIA
Pemerintah Targetkan 2.000 Desa Menjadi Desa Mandiri

Desa mandiri Indonesia, pemerintah menargetkan pada 2019 sebanyak 2.000 desa menjadi desa mandiri.

Solopos.com, JAKARTA–Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan ada sekitar 2.000 desa mandiri pada 2019 mendatang.

“Kami menargetkan pada 2019 mendatang ada sekitar 2.000 desa mandiri, sesuai dengan rencana pembangunan nasional kita,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofjan Djalil dalam acara peluncuran Indeks Pembangunan Desa (IPD) 2014 di Gedung Bappenas, Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (20/10/2015).

Sofjan menyatakan pembangunan desa memiliki posisi yang strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, sekaligus tertuang dalam nawacita ketiga Presiden Joko Widodo yakni, membangun bangsa dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka kesatuan.

“Untuk mendorong nawacita tersebut, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 telah mengamanatkan sasaran pembangunan desa untuk mengurangi jumlah desa tertinggal sampai 5.000 desa dan meningkatkan jumlah desa mandiri sedikitnya 2.000 desa,” ujar dia.

Untuk mencapai target dalam RPJMN tersebut, Sofjan menekankan pentingnya IPD yang bisa menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan desa.

“Selaku ketua tim pengarah, saya ingin menggarisbawahi tentang pentingnya penyusunan IPD dalam upaya pencapaian target sasaran pembangunan pedesaan sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2015-2019,” jelas dia.

Dalam penyusunan IPD, Kementerian PPN turut menggandeng Badan Pusat Statistik dalam mengklasifikasikan tingkat perkembangan desa menjadi desa tertinggal, desa berkembang, dan desa mandiri.

Dalam IPD tersebut tercatat dari 74.093 desa di Indonesia, sebanyak 20.167 tergolong desa tertinggal, 51.022 tergolong desa berkembang, dan 2.904 tergolong desa mandiri.

Dalam IPD tersebut diketahui, jumlah desa tertinggal yang paling banyak berada di wilayah Papua dengan jumlah 6.139 desa dan paling sedikit di wilayah Jawa dan Bali sebanyak 674 desa.

“Sedangkan desa mandiri, paling banyak berada di wilayah Jawa dan Bali sejumlah 2.253 desa dan paling sedikit berada di wilayah Papua yaitu hanya enam desa,” jelas dia.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…