Ilustrasi sel penjara (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi sel penjara (JIBI/Solopos/Dok.)
Minggu, 11 Oktober 2015 07:45 WIB Lili Sunardi/JIBI/Solopos Hukum Share :

PENEGAKAN HUKUM
Kontras: Hukuman Mati Tidak Efektif

Penegakan hukum terkait pemberian hukuman mati dinilai tidak efektif.

Solopos.com, JAKARTA—Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras meminta pemerintah menyelaraskan standar perundang-undangan di dalam negeri, untuk menjunjung tinggi prinsip peradilan yang adil, jujur, dan tidak memihak.

Haris Azhar, Koordinator Kontras, mengatakan praktik hukuman mati di dalam negeri bertentangan dengan tren global yang mengurangi penggunaannya. Pidana mati terbukti tidak efektif dalam memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan.

“Penerapan pidana mati juga diiringi oleh tren nasional tentang tidak transparannya mekanisme penegakan hukum hingga vonis pengadilan,” katanya di Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Haris menuturkan salah satu contoh dari tidak transparannya proses penegakan hukum terjadi pada Yusman yang dijerat dengan kasus dugaan pembunuhan berencana. Dalam proses penyidikannya, Yusman mengalami penyiksaan, sehingga proses hukumnya dilakukan dalam tekanan.

Menurutnya, saat ini Kontras bekerja bersama tim dokter forensik untuk mempercepat pemeriksaan fisik, untuk mengetahui usia pasti dari Yusman. Pasalnya, tidak ada pertimbangan mengenai usia Yusman yang masih berusia 16 tahun dalam vonisnya.

“Fakta-fakta yang sedang dikumpulkan oleh tim akan dijadikan bukti baru untuk upaya hukum terhadap Yusman di Mahkamah Agung,” ujarnya.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia juga, lanjut Haris, harus memberikan kemudahan akses kepada Yusman untuk mendapatkan bantuan hukum dalam mengumpulkan bukti-bukti baru.

Langkah tersebut penting untuk dilakukan, untuk memastikan kewajiban negara jntuk memberikan akses layanan dan bantuan hukum kepada masyarakatnya terpenuhi.

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…