Tiyas Nur Haryani (Istimewa) Tiyas Nur Haryani (Istimewa)
Senin, 5 Oktober 2015 07:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Dari MDGs ke SDGs

 

Kesiapan Daerah
Melihat hasil tutup buku MDGs, Indonesia gagal mencapai empat tujuan, yakni dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) melahirkan, memerangi HIV/AIDS, memastikan kelestarian lingkungan, dan menjamin akses air bersih dan sanitasi layak bagi warga.

Status kesehatan masyarakat kita masih jauh dari harapan. Data UNDP (2014) menunjukkan human development index (HDI) Indonesia pada 2013  menduduki peringkat ke-108 dari 187 negara, tidak mengalami perubahan dari 2012.

Aspek kesehatan menyangkut dimensi hidup yang sehat dan panjang umur yang diukur dengan harapan hidup saat kelahiran. Ini merupakan salah satu aspek pengukuran HDI. Data survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan AKI di Indonesia justru naik dari 228 per 100.000 kelahiran hidup pada 2007 menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup pada 2012.

Saat ini pemerintah Indonesia menargetkan AKI melahirkan 306 per 100.000 kelahiran pada 2019. Pemerintah Indonesia akan sulit memenuhi tujuan SDGs mengurangi AKI menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup.

Masalah nutrisi di kalangan anak usia di bawah lim tahun masih memprihatinkan. Data Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan prevalensi gizi buruk dan gizi kurang meningkat menjadi 19,6% jika dibandingkan pada 2010 yang sebesar 17,9%.

Kasus HIV/AIDS di Indonesia meningkat dari 108.600 kasus HIV dan 43.667 kasus AIDS pada 2013 menjadi 150.297 kasus HIV dan 55.799 kasus AIDS pada 2014 (Kemeskes, 2013 dan 2014).

Jika melihat kondisi lingkungan hidup, pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim semakin menyulitkan akses mendapatkan air bersih dan meningkatkan peluang keretanan bencana.

Indonesia sebagai zamrud khatulistiwa justru memiliki angka deforestasi lebih dari satu juta hektare tiap tahun dengan kemampuan pemerintah menanami hutan kembali hanya 400.000 hektare tiap tahun (Pambudi, 2014).

SDGs mencoba menjawab pemenuhan kebutuhan manusia sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Titik berat SDGs pada aspek sosial dan lingkungan mengingat meningkatnya krisis lingkungan dewasa ini.

Pada aspek sosial dititikberatkan dalam akses pelayanan dasar dan pembangunan manusia untuk meningkatkan kualitas hidup. Senada dengan MDGs, SDGs bersifat makro, ditandai masuknya persoalan kemiskinan dan kelaparan dengan indikator mikro yang juga muncul untuk mencapai SDGs dalam sasaran pembangunan manusia dan lingkungan.

Saat ini SDGs menjadi pegangan prioritas pembangunan global dan tolok ukur pembangunan suatu negara. Dalam tataran nasional Nawa Cita telah mengintegrasikan SDGs. Ini terlihat dalam program penanggulangan kemiskinan, penguatan pengarusutamaan gender, serta perlindungan perempuan dan anak.

Konsekuensinya, pemerintah daerah di Indonesia perlu mengintegrasikan tujuan SDGs dalam perencanaan pembangunan daerah. Kesuksesan SDGs tidak hanya ditopang satu pihak, melainkan butuh collaborative governance antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam melaksanakan strategi pencapaian.

Pemerintah daerah juga perlu menyelaraskan perencanaan pembangunanp untuk mencapai cita-cita Nawa Cita dan tujuan SDGs. Diperlukan komitmen pemimpin daerah dan dukungan legislatif yang mendukung pencapaian tujuan SDGs dengan penyediaan kapasitas keuangan daerah untuk mencapai indikator SDGs.

SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Harga Tertentu Beras Tertentu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (7/8/2017). Esai ini karya Feriana Dwi Kurniawati, Kepala Seksi Usaha Tani dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah feriana_dk@yahoo.com. Solopos.com, SOLO¬†— Pemerintah telah mengumumkan mulai…