Tiyas Nur Haryani (Istimewa) Tiyas Nur Haryani (Istimewa)
Senin, 5 Oktober 2015 07:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Dari MDGs ke SDGs

Gagasan Solopos, Sabtu (3/10/2015), ditulis Tiyas Nur Haryani, ditulis Dosen Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret.

Solopos.com, SOLOPada 25-27 September 2015 dunia menyepakati 17 program pembangunan berkelanjutan atau  Suistanable Development Goals (SDGs).

Suistanable Development Goals disusun guna melanjutkan delapan tujuan yang ingin dicapai Millenium Development Goals (MDGs) yang ditetapkan pada September 2000 dan berakhir tahun ini.

Delapan tujuan MDGs itu adalah mengakhiri kemiskinan dan kelaparan; pendidikan untuk semua; memperjuangkan keadilan gender dan pemberdayaan perempuan; menurunkan mortalitas anak; meningkatkan kesehatan maternal; membasmi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya; menjamin keberlanjutan lingkungan; dan membangun kerja sama global.

Delapan tujuan itu belum secara keseluruhan mampu dicapai oleh 183 negara yang telah menyepakati, termasuk Indonesia, pada masa akhir program. Senada dengan MDGs, durasi program selama 15 tahun ditetapkan dalam SDGs yang akan berakhir pada 2030.

Masa 15 tahun ini menjadi tantangan mencapai tujuan dan menjawab tantangan global serta pembangunan kesejahteraan manusia. Secara garis besar, 17 tujuan SDGs dapat dikelompokkan dalam empat pilar, yakni pembangunan manusia, pembangunan ekonomi, pembangunan lingkungan hidup, dan governance.

Pilar pembangunan manusia lekat dengan penyediaan pelayanan dasar sehingga tujuan SDGs yang dapat dikelompokkan dalam beberapa sektor.

Sektor-sektor itu adalah menjamin kehidupan yang sehat, memastikan pemerataan kualitas pendidikan dan pendidikan inklusif serta pembelajaran seumur hidup untuk semua, mengakhiri kemiskinan dan mencapai kesetaraan gender, serta memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan.

Tujuan SDGs pada pilar pembangunan lingkungan hidup antara lain memastikan ketahanan pangan dan gizi yang baik, mencapai akses universal ke air dan sanitasi, menjamin energi yang berkelanjutan, memastikan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan, mengambil tindakan untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya, mengelola aset sumber daya alam secara berkelanjutan, mengelola ekosistem yang berkelanjutan dan menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati.

Sedangkan tujuan SDGs di pilar ekonomi yakni mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pekerjaan yang layak untuk semua, membangun infrstruktur, mempromosikan industrialisasi yang inklusif dan berkesinambungan dan mendorong inovasi, membuat kota-kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, ulet, dan berkelanjutan.

Di bidang governance, tujuan SDGs antara lain mengurangi kesenjangan dalam dan antarnegara, memastikan masyarakat stabil dan damai, dan memperkuat cara pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan. [Baca: Kesiapan Daerah]

lowongan kerja
lowongan kerja PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…