Soloraya
Sabtu, 19 September 2015 - 19:00 WIB

PILKADA SUKOHARJO : Panwaslu: Netralitas PNS Masih Terjaga

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Dok)

Pilkada Sukoharjo, Panwaslu menyatakan PNS masih netral dalam pelaksanaan tahapan pilkada.

Solopos.com, SUKOHARJO–Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sukoharjo belum mengendus indikasi politisasi birokrasi dan mobilisasi pegawai negeri sipil (PNS) untuk mendukung calon bupati (cabup) petahana, Wardoyo Wijaya. Di sisi lain, Penjabat (Pj.) Bupati, Agus Santosa, menyatakan masyarakat tak perlu khawatir karena netralitas akan selalu dipegang teguh PNS.

Advertisement

Sebelumnya, Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, Sriyanto Saputro, menilai Agus berpotensi bakal memolitisasi birokrasi dan mobilisasi PNS untuk memuluskan jalan calon bupati (cabup) petahana, Wardoyo Wijaya, di pilkada, 9 Desember mendatang.
Kemungkinan itu bisa terjadi lantaran Pj. bupati akan menerapkan prinsip balas jasa. Dia meminta Panwaslu Sukoharjo memberi perhatian.

Anggota Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Panwaslu Sukoharjo, Moch. Sutopo, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (19/9/2015), menyampaikan sebelum Sriyanto menyampaikan pendapatnya itu Panwaslu sudah bertindak sejak jauh-jauh hari. Menurut dia potensi politisasi birokrasi dan mobilisasi PNS di Sukoharjo sudah diantisipasi dengan pemberian pemahaman pentingnya netralitas PNS melalui sosialisasi. Hal penting yang ditonjolkan berkaitan dengan sanksi tegas, yakni pemecatan kepada PNS yang kedapatan tidak netral.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan dengan road show di 12 kecamatan di Sukoharjo dengan menghadirkan para PNS di kecamatan, UPTD, dan kepala desa/lurah bersama perangkat, sejak Juli lalu.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif