Abu yang keluar dari PG Kanigoro, Kota Madiun, Jatim, Jumat (18/9/2015) ini, dikeluhkan warga karena mengganggu kenyamanan. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Madiunpos.com) Abu yang keluar dari PG Kanigoro, Kota Madiun, Jatim, Jumat (18/9/2015) ini, dikeluhkan warga karena mengganggu kenyamanan. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Madiunpos.com)
Jumat, 18 September 2015 19:05 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

INDUSTRI GULA
Abu Jadi Musuh Warga Sekitar Pabrik Gula Madiun…

Industri gula Madiun, khususnya yang dikelola Pabrik Gula Kanigoro, menghasilkan abu yang dinilai mengganggu warga sekitar.

Solopos.com, MADIUN – Sejumlah warga di Desa Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur (Jatim terganggung dengan polusi udara yang ditimbulkan  Pabrik Gula (P.G.) Kanigoro. Polusi udara tersebut berupa abu hasil dari proses penggilingan tebu di P.G. Kanigoro.

Seorang warga Banjarejo, Sri, 43, menyebut polusi udara yang ditimbulkan dari proses penggilingan tebu di P.G. Kanigoro kali ini cukup parah ketimbang pada pekan-pekan sebelumnya selama musim penggilingan tebu 2015. Menurut dia, abu yang keluar dari P.G. Kanigoro lebih banyak ketimbang musim giling tahun-tahun sebelumnya.

Sri memprediksi banyaknya abu tebu yang berterbangan dipengaruhi oleh tiupan angin yang lebih kencang berembus pada musim kemarau 2015 ini. “Sebelumnya masih dalam taraf wajar. Artinya abu tidak terlalu banyak beterbangan sehingga mengganggu aktivitas warga. Mungkin karena pengaruh angin yang cukup kencang dan kebetulan sedang mengarah ke sini sehingga kami merasakan dampak abu semakin parah,” kata Sri saat dijumpai Madiunpos.com, Jumat (18/9/2015).

Warga Banjarejo lainnya, Wahyu, 36, mengatakan abu kiriman dari P.G. Kanogoro mengotori lingkungan dan halaman rumah. Menurut dia, abu yang beterbangan tertiup angin tersebut juga mengeluarkan aroma kurang sedap. Selain membikin kotor lingkungan dan pekarangan rumah, lanjut Wahyu, abu dari P.G. Kanogoro juga mengganggu saluran pernapasan sebagian warga.

“Saking banyaknya abu bercampur debu yang beterbangan, warga memilih menutup pintu dan jendela dengan rapat. Jika tidak tertutup, abu dengan cepat mengotori beberapa bagian rumah seperti lantai, atap, dan teras. Selain itu, warga yang tidak terbiasa, sekali menghidup abu bisa langsung batuk-batuk,” jelas Wahyu.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…