Ilustrasi daging (JIBI/Bisnis/Nurul Hidayat)
Kamis, 17 September 2015 09:00 WIB Lavinda/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

DAGING SAPI
2019, Pemerintah Targetkan Swasembada Daging Sapi

Daging sapi akan dipenuhi dari dalah negeri alias swasembada dalam 5 tahn ke depan.

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah bersikukuh merealisasikan swasembada daging sapi dalam 5 tahun melalui berbagai cara meski Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai langkah itu terlalu agresif.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meyakini swasembada daging sapi akan tercapai pada 2019 dengan sejumlah strategi, mulai dari menyebar bibit sapi unggul ke daerah strategis hingga menyalurkan kredit usaha rakyat kepada peternak.

“Produksi bibit sapi yang diimpor, kemudian diberikan ke daerah-daerah yang banyak tebu, sawit, dan nanas, supaya tumbuh lebih cepat dan lebih murah,” ujar dia, Rabu (16/9/2015).

Kalla berpendapat pengembangan industri peternakan sapi memang tak lebih mudah dibandingkan industri pertanian lain. Namun pemerintah akan tetap berupaya keras merealisasikan swasembada daging sapi dengan terus memperbanyak jumlah bibit sapi.

“Saya kira kalau kita mulai 5 tahun yang lalu, sekarang sudah swasembada. Jadi berapa pun itu harus mulai dari sekarang,” sambung dia.

Kendati demikian, pemerintah tidak menutup diri untuk mengimpor daging sapi dalam waktu sementara, untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Sebelumnya, Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf mengimbau pemerintah tak agresif menargetkan swasembada daging sapi dalam jangka pendek dan mengulang kekeliruan pemerintahan sebelumnya.

Komisi independen itu menyarankan target swasembada sebaiknya realistis, yakni dicapai dalam waktu panjang, setidaknya 10 tahun atau dua kali masa kepemimpinan.

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…