Pedagang batu akik di pusat penjualan Giok 24 Gamstone kawasan Pajak (Pasar) Impres Lhokseumawe, Selasa (31/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/ Rahmad) Pedagang batu akik di pusat penjualan Giok 24 Gamstone kawasan Pajak (Pasar) Impres Lhokseumawe, Selasa (31/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/ Rahmad)
Selasa, 8 September 2015 22:45 WIB JIBI/Solopos/Newswire Ekonomi Share :

DEMAM BATU AKIK
Sepi Peminat, Pengusaha Akik di Aceh Bangkrut

Demam batu akik agaknya mulai berkurang. Pengusaha akik di Aceh mulai gulung tikar.

Solopos.com, MEULABOH – Demam batu akik yang sempat melanda Indonesia agaknya mulai pudar. Para pengusaha jual beli batu akik di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mulai gulung tikar alias bangkrut setelah sempat berjaya beberapa waktu lalu.

Ketua Gabungan Pencinta Batu Alam (GAPBA), Nazaruddin, di Meulaboh, Minggu (6/9/2015), mengatakan daya serap pembelian terhadap anek batu akik Aceh hanya berkisar dua persen. Kondisi itu membuat pengusaha tidak kuat menyelamatkan usaha mereka karena pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan.

“Sekarang coba lihat mal Meulaboh yang dulunya membludak penjual dan pembeli, hari ini sudah sepi. Masyarakat saat ini sudah terjepit perekonomian tentunya berdampak pada daya beli terhadap aneka batu alam,” kata Nazaruddin seperti dilansir kantor berita Antara, Minggu.

Nazaruddin menjelaskan, selain dipengaruhi daya beli rendah, harga jual-beli batu akik juga tidak ada standarnya, tidak seperti intan. Selain itu ada hal yang membuat harga bermacam jenis batu dari bumi Aceh terjun bebas. Itu adalah penjual batu akik bongkahan yang menggondol komoditas kerajinan ini ke luar Aceh bahkan luar negeri dengan harga jomplang murah.

 

 

lowongan pekerjaan
HRD PT. Bengawan Inti Kharisma (Management SOLO GRAND MALL Lt. 4A), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pribumi dalam Kuasa Kata

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (26/10/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com.  Solopos.com, SOLO–Pada 19 juli 1913 terbit artikel berjudul Als ik een Nederlander was (Andai Saya…