Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari Koalisi Solo Bersama (KSB), Anung Indro Susanto (tiga dari kanan)-Muhammad Fajri (dua dari kanan), dan PDI Perjuangan, F.X. Hadi Rudyatmo (tiga dari kiri)-Achmad Purnomo (dua dari kiri), membawa poster sesuai no. urut hasil undian untuk maju pada Pilkada 2015 di Kantor KPU Kota Solo, Selasa (25/8/2015). Berdasarkan undian tersebut menetapkan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang diusung KSB dengan no urut 1 serta dari PDI Perjuangan pada no urut 2. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Senin, 31 Agustus 2015 01:45 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Solo Share :

PILKADA SOLO
Warga Gilingan Protes Belum Terdata PPDP

Pilkada Solo, warga RT 003/RW 006 Gilingan belum mendapat proses coklit PPDP

Solopos.com, SOLO–Warga yang tinggal RT 003/RW 016 Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, hingga Sabtu (29/8/2015), belum didatangi petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang ditunjuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.

Sesuai jadwal KPU, proses pencocokan dan penelitian (coklit) dilaksanakan PPDP selama 36 hari sejak Rabu-Rabu (15/7/2015-19/8/2015) lalu. Dari coklit tersebut dihasilkan daftar pemilih sementara hasil pemutakhiran (DPSHP) yang telah dibawa ke rapat pleno di tingkat kelurahan, Sabtu (29/8/2015).

“Warga seharusnya masuk TPS 024. Ada sekitar 180-an pemilih di sini yang belum didatangi PPDB sesuai jadwal coklit. Ini buktinya, rumah kami belum terpasang stiker coklit,” kata Ardiyanto, Ketua RT 003/RW 016 Kelurahan Gilingan, ketika ditemui Solopos.com di rumahnya, Minggu.

Ardiyanto menyesalkan kinerja Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Gilingan yang telah mengesahkan pleno sebelum semua coklit di wilayahnya rampung. “Memang DPT [daftar pemilih tetap] belum ditetapkan. Tapi sebagai warga, kami juga ingin ambil bagian dalam pesta demokrasi seperti warga lainnya. Saya takut nanti ada yang protes di belakang [setelah pemilu],” terangnya.

Menurut Ardiyanto, warganya belakangan baru didatangi datangi PPDB dari TPS 029, Minggu (30/8/2015). PPDP TPS 029, Sarwodi, yang ditemui Solopos.com sedang melaksanakan coklit susulan di RT 003/RW 016 Kelurahan Gilingan, mengungkapkan keterlambatan coklit Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) disebabkan miskomunikasi.

“Petugas yang ditunjuk dulu katanya tidak hafal dan tidak tahu warga di daerah ini. Sampai tenggat Rabu [19/8/2015] belum digarap. Setelah ada pleno di kantor Kelurahan Gilingan, saya baru ditunjuk melakukan pendataan susulan di sini,” jelasnya.

Menurut Sarwodi, dari DP4 warga RT 003/RW 016 Kelurahan Gilingan, terdapat 180 warga yang ditunjuk memilih di TPS 024 dan 16 warga yang ditunjuk memilih di TPS 033. “Proses coklit susulan sedang berjalan. Saya diberi batas waktu sampai Rabu [2/9/2015] tapi Senin [(31/8)] saya usahakan rampung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) Banjarsari, Suroso W.S, mengaku sudah mendengar keluhan warga Gilingan yang belum kebagian coklit. “Dari awal saya sudah ngomong dengan ketua Rw-nya. Tapi memang tidak gampang menggerakkan kerelaan masyarakat untuk berpartisipasi membantu penyelenggaraan pesta demokrasi ini. Harapan saya coklit susulan bisa selesai sebelum rapat pleno DPS tingkat Kecamatan, Senin [(31/8)] malam,” katanya.

Secara terpisah, Pengawas Pemilu Lapangan Kelurahan Gilingan, Wahyudi, menilai karut marut coklit DP4 di wilayahnya disebabkan PPDP tidak bekerja secara optimal. “Kalau sudah ditetapkan di pleno sebelum coklit kelar, ini namanya pelanggaran administrasi. Ini berpotensi menghambat tahapan pemilu,” jelas dia saat ditemui Solopos.com di bilangan Setabelan, Banjarsari.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…