Entertainment
Senin, 24 Agustus 2015 - 20:10 WIB

ABAD KEJAYAAN ANTV : Kematian Tragis Gulfem

Redaksi Solopos.com  /  Septina Arifiani  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Gulfem Hatun dalam serial Muhtesem Yuzyil atau Abad Kejayaan Antv (Tune.pk)

Abad Kejayaan ANTV malam ini berkisah akhir tragis Gulfem.

Solopos.com, SOLO  – Serial Abad Kejayaan ANTV, Senin (24/8/2015) dimulai dengan Beyazid rela mengemis di depan Selim jika itu untuk keselamatan anak-anaknya. Tapi saat itu Orhan, anak tertuanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda tak setuju jika ayahnya menyerah kepada Selim.

Advertisement

Sementara itu Baginda Suleiman dalam kisah Abad Kejayaan ANTV merasakan ada yang memanggilnya. Ia berfirasat Beyazid tengah dicekik. Baginda berjalan ke teras. Ia merasakan sakit yang teramat sangat hingga terjatuh di lantai.

Beyazid meludahi Selim. Ia meminta melepaskan anak-anaknya untuk menemui Baginda. Seakan tak peduli dengan saudaranya, Selim memberikan isyarat kepada Algojo untuk mengeksekusi Selim. Aljogo menyiapkan tali untuk mengeksekusi Beyazid dan anak-anaknya. Bayazid dan anak-anaknya pun tewas terjerat tali algojo.

Setelah saudara dan keponakannya meninggal, Selim di Abad Kejayaan ANTV menangis di belakang pohon. Ia terlihat sangat menyesal membunuh saudaranya sendiri.

Advertisement

Selim menemui Baginda saat Idul Fitri. Tapi, Baginda sama sekali tak tersenyum kepadanya. Saat akan bangkit, Baginda kesakitan dengan luka di kakinya.

Sumbul mengantarkan Mihrima menemui Baginda. Di luar ruangan ia bertemu dengan Ferhat. Saat itu Ferhat menceritakan kematian Gulfem yang diliputi dengan misteri. Saat itu Gulfem marah besar dengan Baginda dan menganggap Baginda yang menyebabkan semua pangeran meninggal dunia.

Gulfem datang ke kamar Baginda untuk membunuhnya menggunakan pisau. Tapi hal itu diketahui oleh Ferhat yang langsung menghalanginya. Pisau yang dibawa Gulfem menusuk perutnya hingga tewas.

Advertisement

Selim datang menemui Mihrima. Melihat saudaranya, Mihrima justru marah. Lima tahun setelah kematian Mustafa dan Beyazid, ia masih menyalahkan Selim.

 

 

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif