Pantai Popoh, Tulungagung, diramaikan kapal nelayan, Selasa (24/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Destyan Sujarwoko) Pantai Popoh, Tulungagung, diramaikan kapal nelayan, Selasa (24/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Destyan Sujarwoko)
Selasa, 11 Agustus 2015 05:05 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PERIKANAN JAWA TIMUR
Jatim Ekspor Ikan ke AS, Begini Hasilnya...

Perikanan Jawa Timur diwarnai eskpor ikan laut ke Amerika Serikat (AS) oleh nelayan.

Solopos.com, SURABAYA — Jawa Timur (Jatim) terus mengekspor ikan laut ke Amerika Serikat (AS). Nilai ekspor komoditas perikanan Jatim berupa ikan laut dan udang pada Januari-Juni 2015 lalu mencapai US$518,261 juta atau naik 16,96% dibandingkan periode sama pada tahun 2014 silam.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, M. Sairi Hasbullah, menyatakan membaiknya nilai ekspor perikanan Jatim disebabkan Amerika Serikat tengah mengalami minus hasil tangkapan hasil laut. Menurut dia, banyaknya ikan laut yang diekspor dari Jatim membuat nilai tukar nelayan (NTN) naik.

”Kenaikan NTN pada Juli 2015 juga disebabkan indeks harga yang diterima nelayan naik hingga 1,72%, sementara indeks harga yang dibayar nelayan hanya mengalami kenaikan 0,53 persen,” kata Sairi seperti diinfokan laman jatimprov.go.id, Senin (10/8/2015).

Sairi menyebut komoditas utama hasil tangkapan perikanan Jatim yang mengalami kenaikan harga terbesar pada ekspor ikan, antara lain ikan tongkol, ikan swanggi, udang, ikan layang, ikan kembung, ikan bawal, rajungan, ikan kuniran, ikan teri, dan ikan belanak. Sementara komoditas yang mengalami penurunan indeks harga yang diterima nelayan, yaitu ikan kuwe/bebara, ikan lemuru, ikan gulamah, ikan biji nangka, dan ikan japuh.

Tangkapan Trenggalek Turun
Sementara itu, dikutip dari Kantor Berita Antara, sejumlah nelayan di sekitar Pelabuhan Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jatim sempat mengeluhkan turunnya produktivitas tangkapan mereka pada akhir Juni lalu akibat mundurnya masa musim panen ikan dampak cuaca buruk yang terjadi di tengah laut.

”Tangkapan ikannya belum banyak. Mungkin dampak cuaca buruk, angin di tengah laut sangat kencang dan ombak tinggi sehingga banyak ikan yang bersembunyi [tidak naik ke permukaan],” ujar salah seorang nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Watulimo, Sudiono.

 

lowongan pekerjaan
PKG 39, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….