News
Sabtu, 1 Agustus 2015 - 13:40 WIB

KEBAKARAN BOYOLALI : Pembalap Rio Haryanto Sedih Pabrik Kiky Terbakar

Redaksi Solopos.com  /  Haryo Prabancono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Api menghanguskan bangunan gudang PT Solo Murni yang memproduksi buku tulis Kiky di Desa Bangak , Banyudono, Boyolali, Jumat (31/7/2015) malam. (Sunaryo HB/JIBI/Solopos)

Kebakaran Boyolali menimpa pabrik buku Kiky yang dimiliki keluarga pembalap Rio Haryanto. Rio Haryanto sedih dan berharap ayahnya sabar dengan cobaan ini.

Solopos.com, BOYOLALI — Pembalap asal Solo, Rio Haryanto, tak bisa menutupi kesedihan dengan adanya musibah kebakaran yang menimpa pabrik buku PT Solo Murni (Kiky) milik ayahnya, Sinyo Haryanto, Jumat (31/7/2015) malam.

Advertisement

Pabrik itu berlokasi di jalan Solo-Semarang, pertigaan Bangak, Banyudono, Boyolali. Rio Haryanto berharap keluarganya kuat menghadapi musibah kebakaran itu. Dalam akun Twitternya @RHaryantoracing, Rio berharap tidak ada korban jiwa dan ayahnya tetap kuat menghadapi cobaan ini.

“Sangat sedih mendengar berita ada musibah di PT Solo Murni. Semoga tidak ada korban dan ayah saya tetap kuat dengan cobaan ini,” tulis akun resmi Rio Haryanto, @RHaryantoracing, yang dikutip Sabtu (1/8/2015).

Rio Haryanto juga mengucapkan terima kasih atas doa dan pesan-pesan atas musibah kebakaran pabrik Kiky.

Advertisement

“Terima kasih banyak atas doa dan pesan-pesan dari teman-teman atas musibah yang menimpa semalam,” tulis Rio.

Sebagaimana diberitakan Solopos.com sebelumnya, Kapolres Boyolali, AKBP Budi Sartono, melalui Kabagops Polres Boyolali, Kompol Sri Haryanto, menyampaikan jumlah mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ada 12 unit.

“Kami belum bisa prediksikan kapan api bisa padam. Ini masih kami upayakan. Karena gudang itu isinya kertas jadi sulit sekali untuk dipadamkan,” kata Kabagops Sabtu dini hari WIB.

Advertisement

Kabagops juga menyatakan tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

“Korban jiwa maupun pingsan tidak ada. Jadi begitu tahu ada kebakaran semua karyawan langsung dievakuasi dan masing-masing mengamankan diri. Begitu pula terkait penyebab kebakaran juga belum diketahui. “Saat ini kami fokus dulu untuk memadamkan api,” imbuh dia.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif