Soloraya
Jumat, 24 Juli 2015 - 20:30 WIB

KECELAKAAN KLATEN : Kecelakaan Karambol, Bapak-Anak Tewas

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi korban kecelakaan (JIBI/Harian Jogja/Dok)

Kecelakaan Klaten terjadi di Desa Besole, Ceper, Jumat (24/7/2015) siang.

Solopos.com, KLATEN – Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Jogja-Solo, Desa Besole, Kecamatan Ceper, Jumat (24/7/2015) siang. Dari kejadian itu, dua orang berboncengan sepeda motor meninggal dunia.

Advertisement

Informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Ngatmin, 40, yang berboncengan dengan Satriyo, 15, menyeberang ke jalan Jogja-Solo mengendarai sepeda motor Jupiter AD 6385 EM. Ketika keluar dari bukaan median jalan menuju jalan Jogja-Solo, sepeda motor tertabrak bus Sugeng Rahayu bernopol W 7579 UY yang melaju kencang dari Klaten.

Seusai menabrak sepeda motor, bus yang masih melaju menabrak sebuah truk bernopol H 1426 WA yang terparkir di depan sebuah warnet. Tabrakan tersebut membuat truk terguling hingga berbalik arah.

Advertisement

Seusai menabrak sepeda motor, bus yang masih melaju menabrak sebuah truk bernopol H 1426 WA yang terparkir di depan sebuah warnet. Tabrakan tersebut membuat truk terguling hingga berbalik arah.

Penjaga warnet, Azis, 22, mengatakan seusai kecelakaan itu ia melihat Ngatmin dan Satriyo tergeletak di tengah jalan raya. Melihat kondisi itu, warga berbondong-bondong menyelamatkan keduanya. Sementara, kondisi sepeda motor rusak parah.

“Saat itu saya berada di dalam warnet. Tiba-tiba mendengar suara keras. Setelah saya keluar ternyata ada kecelakaan. Sementara, ada anak serta seorang bapak tergeletak tidak sadarkan diri di tengah jalan,” katanya.

Advertisement

“Saat itu saya dan kenek masih di dalam warnet dan terdengar suara keras. Kondisi truk setelah kecelakaan itu terbalik, yang awalnya mengarah ke Solo menjadi mengarah ke Jogja,” urai dia.

Kanit Laka Polres Klaten, Iptu Edy Prasetyo, mengatakan pengemudi bus sempat berupaya menghentikan laju bus. Hal itu berdasarkan bekas gesekan ban bus yang ada di jalan.

“Menurut keterangan saksi, bus melaju dari Klaten ke Solo tiba-tiba dari arah jalan Ceper masuk sepeda motor ke arus Klaten-Solo. Pengemudi bus sempat mengerem, bekasnya ada, tetapi tetap kena. Sementara, di parkiran ada mobil boks. Akhirnya bus berhenti setelah menabrak mobil boks. Bus rusak pada pintu sebelah kiri,” jelas dia di lokasi kejadian.

Advertisement

Seusai kejadian, sopir bus langsung dimintai keterangan oleh aparat kepolisian. Sementara, Ngatmin dan Satriyo langsung dilarikan ke PKU Muhammadiyah Delanggu. Namun, keduanya diketahui meninggal dunia. Ngatmin diketahui memiliki kartu tanda penduduk dengan alamat Pademangan Timur, Jakarta.

Sementara, Satriyo selama ini tinggal di Boyolali. Jenazah dua orang yang diketahui bapak dan anak tersebut dibawa ke Dukuh Seretan, Desa Sendangrejo, Klego, Boyolali.

Salah satu kerabat korban, Giyanto, mengatakan Ngatmin bersama Satriyo serta istri dan seorang anaknya pada Jumat mengunjungi kerabat yang berada di Samin, Gunung Kidul.
Namun, ketika pulang dari berkunjung
tersebut kecelakaan terjadi.

Advertisement

“Ngatmin berasal dari Gunung Kidul. Dia merupakan perantau di Jakarta. Karena banyak kegiatan di desa, baru bisa berkunjung ke tempat keluarga di Gunung Kidul hari ini [Jumat],” jelasnya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif