PNS baru Pemkab Madiun menerima SK, Selasa (17/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo) PNS baru Pemkab Madiun menerima SK, Selasa (17/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
Senin, 15 Juni 2015 04:40 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

CPNS DIY
Awas, CPNS Mundur Kena Denda Rp55 Juta

CPNS DIY yang mundur akan dikenai denda hingga Rp55 juta

Solopos.com, JOGJA-Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus berpikir ulang untuk daftar lebih dari satu lembaga pemerintah. Sebab, jika nantinya CPNS yang telah diterima, namun mengundurkan diri akan terkena denda Rp55 juta.

Denda CPNS yang mengundurkan diri ini tengah dibahas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY dalam rancangan peraturan daerah perubahan Perda Nomor Nomor 4/2014 tentang Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah (LLPADS). Raperda itu ditargetkan selesai dalam dua pekan ke depan

Ketua Badan Pembentukan Perda, DPRD DIY, Zuhrif Hudaya mengatakan raperda yang mengatur denda CPNS yang mengundurkan diri itu merupakan usulan dari Pemda DIY. Menurutnya, Pemda DIY sampai saat ini belum memiliki payung hukum pungutan denda CPNS yang mundur karena diterima di instansi lain.

“Kalau belum ada payung hukum pungutan denda rawan menjadi temuan,” kata Zuhrif saat dihubungi Minggu (14/6/2015).

Zuhrif mengatakan adanya perda yang mengatur denda CPNS mundur juga untuk memberikan kepastian hukum agar CPNS tidak menyepelekan. Sebab, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, penerimaan CPNS memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga jika yang sudah diterima CPNS mengundurkan diri, negara dirugikan.

Kepala Bagian Humas Pemda DIY, Iswanto mengatakan, tahun lalu yang sudah ada dua CPNS Pemda DIY yang mengundurkan diri karena diterima di instansi lain pemerintah. Akibatnya, Pemda DIY yang kekurangan formasi pegawai harus menunggu formasi CPNS tahun depan.

“CPNS mundur itu merepotakan. Sampai sekarang dua formasi di Pemda DIY masih kosong,” kata Iswanto.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…