News
Minggu, 17 Mei 2015 - 18:30 WIB

KONFLIK PARTAI GOLKAR : Golkar Sukoharjo Panas Jelang Putusan PTUN

Redaksi Solopos.com  /  Rahmat Wibisono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)

Konflik Partai Golkar bikin kalangan partai beringin itu panas.

Solopos.com, SUKOHARJO — Nenjelang putusan perkara sengketa kepengurusan DPP Partai Golkar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Senin (18/5/2015), kalangan partai beringin Sukoharjo memanas. Muncul kabar adanya penunjukan pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Sukoharjo.

Advertisement

Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Sukoharjo, Sardjono, mengaku sudah dihubungi dan akan diberi mandat menjadi Plt menggeser Giyarto, jika perkara dimenangi kubu Agung Laksono. Sarjono kepada wartawan, Minggu (17/5/2015), mengonfirmasi adanya wacana penggantian kursi Ketua DPD II Sukoharjo itu.

Anggota DPRD Sukoharjo itu mengklaim sudah dihubungi pengurus DPP kubu Agung Laksono untuk membicarakan penunjukan Plt Ketua DPD II. Dia mengaku diminta menjadi Plt Ketua DPD II Sukoharjo menggantikan Giyarto. Posisi itu akan resmi dijabatnya jika putusan PTUN memenangkan kubu Agung Laksono.

“Putusannya Senin, Selasa saya akan menemui pengurus DPP [kubu Agung Laksono] di Jakarta lagi. Rabu akan kami kabari. Ya semoga saja yang menang [sengketa kepengurusan] kubu Agung Laksono,” kata Sardjono.

Advertisement

Namun, jika yang menang kubu Aburizal Bakrie (ARB) kursi Ketua DPD II Golkar Sukoharjo tetap akan diduduki Giyarto. Wakil Ketua DPRD Sukoharjo itu akan melanjutkan kepemimpinannya yang berakhir Februari lalu. “Siapa pun nanti yang menang yang jelas Golkar di Sukoharjo tetap kondusif,” imbuh Sardjono.

Sementara itu, Giyarto mengaku tidak mendapat kabar apa pun mengenai adanya penunjukan Plt. Dia justru menginformasikan dirinya telah menerima surat keputusan (SK) perpanjangan kepengurusan dari pimpinan DPP Golkar versi ARB, dua bulan lalu. Hanya dia belum mengetahui perpanjangan masa kepemimpinannya itu hingga kapan. Untuk diketahui, Giyarto memimpin Golkar Sukoharjo untuk periode 2010-2015.

“Kalau ada Plt, lalu siapa yang memberhentikan saya? Sampai sekarang saya masih Ketua. Bahkan kepengurusan saya diperpanjang. Sampai kapan saya belum tahu, masih menunggu instruksi pimpinan DPP [versi Munas Bali, yakni ARB],” kata Giyarto.

Advertisement

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif