Syahrini bersama Ahok, Raditya Dika dan Najwa Shihab saat tayangan Mata Najwa Rabu (21/1/2015). Foto ini diunggah di akun Instagram Syahrini. (Instagram) Syahrini bersama Ahok, Raditya Dika dan Najwa Shihab saat tayangan Mata Najwa Rabu (21/1/2015). Foto ini diunggah di akun Instagram Syahrini. (Instagram)
Sabtu, 25 April 2015 20:45 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

MENGENANG GUS DUR
Ahok: Saya Bisa Dimualafkan Gus Dur, Tapi Enggak Ada Hidayah

Mengenang Gus Dur tak hanya dilakukan warga NU. Ahok pun punya kenangan unik dengan Gus Dur.

Solopos.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), punya kesan sangat mendalam tentang Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dia mengaku selalu dinasehati oleh Gus Dur untuk menjadi pribadi yang optimis.

“Man jada wa jada. Kalau kita bicara kan jangan putus asa,” kata Ahok seusai meresmikan Patung Gus Dur Kecil, di Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2015), yang dilansir Okezone.com. Karena dekatnya dengan Gus Dur, Ahok mengaku bisa masuk Islam jika mantan Ketua Dewan Syuro PKB itu memintanya.

“Kalau saya di-mualafin Gus Dur bisa 80 persen berhasil. Tapi saya bilang enggak ada hidayah, dan enggak mau munafik, mending begitu daripada beragama tapi munafik, mending saya kafir,” tutup Ahok.

Ahok juga menyebut Gus Dur mirip Laksamana Cheng Ho yang selalu memberikan semangat tinggi. “Buat orang Tionghoa, Gus Dur itu sudah kayak Cheng Ho, sudah kayak dewanya,” kata Ahok saat meresmikan Patung Gus Dur Kecil di Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat.

Ahok mengenang dukungan yang pernah diberikan Gus Dur saat dirinya akan maju Bupati Belitung Timur. Semula Ahok tak didukung dari golongan Tionghoa.

“Awalnya keluarga saya enggak dukung. Mereka bilang, si koko Ahok enggak tahu diri, malu-maluin kau. Namun beda dengan Gus Dur, beliau bisik-bisik ‘kamu bisa jadi gubernur’. Gus Dur yang dukung,” kenangnya.

Untuk mengenangnya, dibuatlah patung Gus Dur di Taman Amir Hamzah, Jl. Pegangsaan, Menteng Jakarta Pusat. Penempatan patung Gus Dur kecil ketika berusia sembilan tahun itu diresmikan Ahok di Taman Amir Hamzah, Sabtu (25/4/2015).

Peresmian juga dihadiri isteri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, dan anak keduanya, Zannuba Arifah Chafsoh atau yang akrab dipanggil Yenny Wahid. Selain itu, terdapat juga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan mantan juru bicara kepresidenan era Presiden Gus Dur, Wimar Witoelar.

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…