Ilustrasi dokter (Dok/JIBI) Ilustrasi dokter (Dok/JIBI)
Rabu, 18 Maret 2015 11:05 WIB JIBI/Solopos/Detik.com Madiun Share :

PILKADA SURABAYA
Dokter, Wartawan, hingga Tenaga Outsourcing Kepincut Kursi Walikota

Pilkada Surabaya bakal diramaikan oleh sejumlah pendatang dari berbagai latar belakang. Ada yang dari kalangan tenaga medis, pengusaha media, hingga tenaga outsourcing.

Solopos.com, SURABAYA – Pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Surabaya mulai diramaikan oleh para bakal calon (Balon) yang mendaftar di sejumlah partai. Salah satunya ialah Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang telah menerima para balon dari berbagai latar belakang.

Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur, Effendi Choirie mengatakan, saat ini sudah ada lima balon walikota Surabaya yang mendaftar melalui Partai Nasdem. Nasdem menginginkan para bakal calon nantinya bisa memimpin Surabaya melebihi apa yang telah dilakukan walikota saat ini, Tri Rismaharini.

Kelima orang yang ingin maju sebagai calon walikota Surabaya dari Partai Nasdem diuji dengan digelarnya debat publik di Kantor DPW NasDem Jatim, Jalan Kartini, Surabaya.

Mereka yang ikut debat adalah Sukoto (tokoh media), Sutjipto Joe Angga (pengusaha), dr Rahmat (dokter juga kader NasDem), Hendrik Purnomo (tenaga outsourching Dinas Pendidikan Kota Surabaya) serta Dhimam Abror Djuraid (Ketua Harian KONI Jatim dan Ketua Harian Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur).

“Kami yang menerima pendaftaran, kita fasilitasi supaya teman-teman (bakal calon walikota) mulai mengenal ke masyarakat,” kata Choiri di sela acara debat publik calon walikota Surabaya di kantor DPW, Selasa (17/3/2015).

Effendi Choirie mengatakan, terlepas dari popularitas dan elektablitas bacawali tersebut, yang diinginkan Nasdem yakni menginginkan pemimpin Surabaya yang lebih dari Tri Rismaharini.

“Terlepas dari semua ini, kita menginginkan pemimpin Surabaya yang lebih dari Risma. Gagasan bagaimana memposisikan Surabaya sebagai kota besar yang bisa menandingi Jakarta dengan segala aspeknya begitu,” tuturnya.

Pria yang biasa disapa Gus Choi ini mengatakan, bukan hanya sekedar taman yang diurus, kebersihan dan saluran air tidak macet. “Itu sebetulnya birokrasi sudah cukup. Di sinilah perlunya pemimpin,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang kepemimpinan Risma, mantan politisi DPR RI dari PKB ini mengatakan bahwa Risma lebih menggunakan otak kiri. Artinya, yang penting bisa stabil, yang penting bisa dijalankan dengan rutin dan teknis.

Tapi Surabaya ini kota yang memiliki kesejarahan luar biasa. Surabaya kota pahlawan. Organisasi besar Nahdlatul Ulama (NU) lahir di Surabaya. Banyak tokoh Islam dari Surabaya yang religius dan nasionalis atau orang beragama dan cinta tanah air,” terangnya.

Debat publik calon kepala daerah tak hanya dilakukan di Surabaya, tapi juga daerah lainnya seperti Ponorogo, Kediri, Jember.

Rencananya besok Nasdem akan menggelar rapat pleno untuk menentukan siapa calon kepala daerah di 19 kabupaten dan kota di Jatim, yang diusulkan ke DPP Partai Nasdem.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…