Ilustrasi pekerja menata sepeda motor baru Honda (Juli Nugroho/JIBI/Bisnis) Ilustrasi pekerja menata sepeda motor baru Honda /JIBI/Bisnis/dok)
Minggu, 1 Maret 2015 19:05 WIB Peni Widarti/JIBI/Bisnis Madiun Share :

LOWONGAN KERJA
Butuh Banyak Mekanik, AHM Latih Guru SMK di 3 Kota

Lowongan kerja mekanik di lingkungan Astra Honda Motor setiap bulannya mencapai 200-300. Demi memenuhi kebutuhan itu, AHM melatih guru-guru SMK KTSM.

Solopos.com, SURABAYA — PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) selaku diler utama sepeda motor Honda di Jawa Timur gencar melatih guru sekolah menengah kejuruan (SMK) kurikulum teknik sepeda motor (KTSM). Pelatihan itu intensif digelar demi memenuhi banyaknya lowongan kerja tenaga mekanik.

Handy Hariko, Senior Manager Technical Training AHM, mengatakan dalam kondisi normal lowongan kerja mekanik di AHM mencapai 200-300 orang/bulan. Bahkan sejak dibangunnya pabrik baru perakitan sepeda motor, AHM membutuhkan tenaga kerja hingga 3.000 orang.

“Satu-satunya untuk cepat memperoleh tenaga kerja yang diharapkan ya hanya melalui SMK, dan kami juga menyiapkan sertifikasi agar siswa SMK yang mengikuti uji kompetensi nantinya sudah siap bekerja di AHM,” katanya kala membahas banyaknya lowongan kerja tenaga mekanik itu di Surabaya, Selasa (24/2/2015).

Surabaya, Jember, Kediri
Dia mengatakan pelatihan tersebut diberikan kepada para guru SMK agar nantinya pengetahuan tentang teknologi motor terbaru yang mereka peroleh itu bisa disalurkan kepada para siswanya. Setiap tahun, AHM menargetkan bisa memberi pelatihan teknologi terbaru sepeda motor Honda itu kepada 1.000 guru.

“Untuk di Jawa Timur sendiri tahun ini, pelatihan guru dilakukan di Surabaya, Jember, dan Kediri dengan total ada 66 SMK jurusan teknik sepeda motor. Pelatihan seperti ini akan menjadi kegiatan tahunan kami nantinya,” imbuh Handy.

30 SMK KTSM
Direktur MPM Dendy Sean mengatakan pada akhir 2014 MPM dan AHM telah menandatangani MoU dengan 30 SMK KTSM di Jawa Timur. KTSM tersebut, menurut dia, merupakan salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan.

“Harapannya para siswa tidak hanya bekerja di pabrik sepeda motor tetapi juga bisa berwirausaha sendiri, seperti membuka bengkel. Apalagi jika mereka memiliki bekal pengetahuan tentang kemasan Honda smart power yang bakal diaplikasikan ke seluruh produk Honda,” ujarnya.

Dendy menambahkan, selain itu kehadiran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) nantinya juga harus diantisipasi oleh para tenaga kerja mekanik. Para tenaga kerja harus disiapkan sehingga juga bisa bekerja di negara lain.

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…