Presiden Joko Widodo (Jokowi) jumpa pers pertama di bawah pohon Ki Hujan, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/10/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Andika Wahyu) Presiden Joko Widodo (Jokowi) (JIBI/Solopos/Antara/Andika Wahyu)
Senin, 12 Januari 2015 12:15 WIB Akhirul Anwar/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

MEA 2015
Jokowi Minta Pengusaha Indonesia Tak Takut Hadapi MEA

MEA 2015 menjadi tantangan bagi pengusaha di Tanah Air untuk bersaing di pasar ASEAN. Presiden Joko Widodo meminta pengusaha Indonesia tak takut hadapi MEA.

Solopos.com, BANDUNG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengusaha dalam negeri agar tidak perlu khawatir dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 karena negara lain di kawasan juga mengalami kekhawatiran yang sama.

Dalam sejumlah pertemuan dengan pimpinan pemerintahan negara ASEAN, Jokowi mengambil kesimpulan bahwa ternyata mereka juga takut karena tidak memperkirakan apa yang terjadi dengan MEA.

“Artinya saudara-saudara enggak usah takut, mereka takut kok, dan yang paling ditakuti Indonesia,” katanya dalam pidato pembukaan Munas XV Hipmi di Bandung, Senin (12/1/2014).

Indonesia, lanjut Jokowi memiliki potensi luar biasa dengan jumlah penduduk 250 juta. Jumlah penduduk itu jauh lebih banyak dibandingkan negara lain yang hanya berkisar 15 juta sampai dengan 70 juta.

“Mereka membayangkan begitu dibuka mereka diserbu pengusaha Indonesia yang banyak sekali. Bayangkan menyerbu negara lain, apalagi yang nyerbu Hipmi, yang muda nyerang kan larinya kenceng. Sebetulnya tidak usah takut, negara lain sudah grogi,” ujar Jokowi.

Tapi dalam menghadapi MEA sebetulnya harus disiapkan 10 tahun sebelumnya kemudian dilakukan pengawasan. “Kondisi sekarang enggak perlu khawatir, jangan takut-takut amat, yang penting jangan sampai peluang di dalam negeri diambil pengusaha luar,” jelas dia.

Beberapa pengusaha Indonesia telah masuk negara lain. Dalam Asian Summit di Myanmar beberapa waktu lalu, Jokowi menerima laporan empat pengusaha kontraktor menang tender bangun jalan dan gedung. Selain itu juga ada yang usaha ternak ayam di Myanmar.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…