News
Jumat, 5 Desember 2014 - 14:27 WIB

POLEMIK UU PILKADA : Buntut Sikap Golkar, SBY Instruksikan Demokrat Merapat ke KIH

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - SBY dan Jokowi berpelukan, Senin (20/10/2014). (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA — Sikap Partai Golkar kubu Ical yang menolak Perppu No. 1/2014 tentang Pilkada memancing sikap keras Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketua Umum Partai Demokrat itu bersikap tegas dengan memerintahkan petinggi partainya menjalin hubungan intensif dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Tujuannya, agar Perppu No. 1/2014 tentang pilkada bisa lolos di DPR. Instruksi itu dicuitkan melalui akun Twitter resminya dengan tanda *SBY* yang berarti Tweet langsung dari SBY. SBY mengaku sebenarnya ingin “menyepi” dulu dari politik. Namun keputusan Munas IX Partai Golkar menolak Perppu Pilkada membuat SBY mengambil sikap tegas dan terang.

Advertisement

SBY pun juga bersedia menjelaskan lahirnya kesepakatan bersama antara Koalisi merah putih (KMP) dan Demokrat. “Jika diperlukan, bisa saya jelaskan lahirnya kesepakatan bersama KMP + PD yang berikan dukungan perppu pilkada langsung itu,” tulis mantan Presiden SBY dalam akun @SBYudhoyono, Kamis (4/12/2014) pukul 22.30 WIB.

SBY juga meminta dukungan kepada rakyat agar Perppu Pilkada yang dia ajukan saat menjadi presiden itu lolos di DPR. “Rakyat, SBY, dan PD akan berjuang agar sistem pilkada tetap berjalan langsung.”

Sementara itu, Didik Mukrianto, Sekretaris Fraksi Demokrat, menegaskan dalam hal perppu pilkada sikap Demokrat sudah pasti mendukung pilkada langsung melalui perppu itu. “Napas kita tetap sama. Pilkada harus tetap secara langsung. Ketum Demokrat SBY melalui akun twitter-nya juga telah mencuitkan nada sumbang terkait pernyataan petinggi Partai Golkar yang menolak perppu pilkada langsung,” katanya.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif