Jonru memasang fotonya bersama politisi PKS, Fahri Hamzah di Facebook (facebook)
Selasa, 2 Desember 2014 10:40 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos Politik Share :

TRENDING SOSMED
Inilah Sosok Jonru Ginting

Solopos.com, SOLO – Jon Riah Ukur Ginting (Jonru) memperkenalkan diri di blog PKSPiyungan.org sebagai seorang penulis dan aktivis media sosial. Nama Jonru mulai melambung berkat posting-nya tentang Joko Widodo (Jokowi) di Facebook.

Jonru mengaku terlahir dengan nama Belnatal Jon Riah Ukur Ginting. “Nama ‘Belnatal’ diberikan karena saat itu suster yang membantu kelahiran saya sedang merayakan Natal,” katanya dikutip Solopos.com dari PKSPiyungan.org, Selasa (2/12/2014).

Jonru adalah lulusan Universitas Diponegoro (Undip). Memasuki dunia kerja pada 2000, dia kali pertama menggunakan nama Jonru, bukan lagi Jon Riah Ukur. “Dulu, saya sempat menjadi karyawan selama tujuh tahun. Lantas di awal 2007 saya berhenti ngantor dan memulai hidup baru sebagai entrepreneur,” ungkapnya.

Jonru lantas mendirikan Sekolah Menulis Online (SMO). Dia mengaku hal ini yang membuatnya dijuluki “pelopor kursus menulis via internet di Indonesia”. “Kini SMO dikelola oleh seorang teman, dan saya fokus mengelola Dapur Buku, sebuah layanan penerbitan buku self publishing,” katanya.

Jonru mengaku telah menerbitkan lima buah buku. Di antaranya novel Cinta Tak Terlerai, Kumpulan cerita pendek Cowok di Seberang Jendela dan novel Cinta Tak Sempurna. Selain itu dia juga menerbitkan buku berjudul Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat dan Menerbitkan Buku Itu Gampang!.

Dalam posting PKS Piyungan itu, dia menyebut dirinya ikut tarbiyah sejak 2003. Tarbiyah identik dengan kegiatan kelompok belajar, khususnya keagamaan, yang lazim di lingkungan aktivis organisasi Islam, termasuk PKS. “Alhamdulillah, sejak kuliah saya sedikit demi sedikit mulai menekuni Islam. Mulai memperbaiki ibadah. Dan tahun 2003 mulai ikut tarbiyah.”

Berbagai statusnya di Facebook acap kali menyinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejumlah komentar Jonru lebih banyak bernada mencibir, termasuk soal penggunaan hashtag #BukanUrusanSaya yang belakangan jadi trending topic di Twitter. Dia juga mencibir Jokowi saat melakukan blusukan yang menurutnya hanya pencitraan belakan.

Di media sosial, Jonru sering jadi bahan gunjingan. Berbagai pro dan kontra menghujani setiap postingannya di dunia maya. Belakangan dia terlibat perdebatan di Twitter dengan aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Akhmad Sahal. Sahal mengidentikkan nama “Jonru” dengan kata “fitnah”.

Beberapa waktu lalu, Jonru sempat menggelar workshop jurnalistik. Dengan mengusung tema Rahasia Sukses Menjadi Penulis, workshop digelar di SMKN 57 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (30/11/2014).

Workshop ini sempat dicibir lantaran yang hadir hanya 10 orang. Menurut buzzer Partai Socmed, Jonru salah melakukan branding lantaran memperkenalkan diri sebagai sosok yang antagonis. “Terkenalnya brand @jonru sebagai tukang fitnah akan menyulitkannya utk meraih ‘manfaat’ dari popularitasnya. Makin terkenal makin berat,” kicau @PartaiSocmed, Senin (1/12/2014).

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…