Jogja
Sabtu, 29 November 2014 - 02:20 WIB

Peternak Ayam Terancam Gulung Tikar, Mengapa?

Redaksi Solopos.com  /  Mediani Dyah Natalia  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pedagang daging ayam (JIBI/Harian Jogja/Bisnis Indonesia)

Harianjogja.com, SLEMAN – Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Ali Agus, mendesak pemerintah untuk segera memperhatikan anjloknya harga jual daging broiler dan telur ayam layer di pasaran. Menurut Ali Agus, lebih dari dua tahun terakhir ini, peternak ayam baik broiler maupun layer mengeluh terkait rendahnya harga jual daging ayam dan telur ayam bahkan sering berada di bawah harga pokok produksi.

“Kondisi seperti ini yang berlangsung lama akan sangat berdampak pada kelangsungan usaha para peternak bahkan kondisi merugi dan bangkrut sudah berada diambang pintu,” kata Ali Agus Jumat (28/11/2014).

Advertisement

Diakui Agus, permintaan produk unggas saat ini di pasaran cenderung stagnan dan berkurang meski diprediksi permintaan konsumen cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Menurut Ali Agus, Over supply bibit ayam telur layer yang menjadi salah satu sumber pangkal persoalannya.

“Kondisi ini mengakibatkan usaha peternakan khususnya peternak skala kecil menengah dan peternak mandiri terancam gulung tikar,” ujarnya.

Sehubungan dengan persolan bisnis perunggasan ini, Ali Agus selaku Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) mengimbau Pemerintah, pelaku usaha besar, usaha menengah dan kecil serta para pihak terkait seperti Asosiasi Profesi  dan asosiasi bisnis untuk bertemu dan memberikan solusi terhadap persoalan bisnis unggas ini.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif