Ilustrasi perlintasan tanpa palang pintu di Klaten (Dok/Solopos)
Sabtu, 8 November 2014 10:10 WIB JIBI/Harian Jogja/Newswire Semarang Share :

Bojonegoro Bangun 11 Palang Pintu Rel Kereta Api

 

Solopos.com, BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membangun 11 palang pintu perlintasan rel ganda kereta api di wilayah itu dengan alokasi anggaran Rp1,3 miliar dari APBD Perubahan 2014.

“Pengerjaan pembangunan 11 paling pintu sudah berjalan sejak dua bulan lalu. Sesuai jadwal pengerjaannya akhir 2014 sudah selesai,” kata Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Bojonegoro Iskandar di Bojonegoro, Sabtu (8/11/2014).

Ia menyebutkan 11 palang pintu yang dibangun itu, lokasinya empat palang pintu di wilayah barat di Kecamatan Padangan, Kalitidu, Dander, dan Kota.

Tujuh palang pintu lainnya di wilayah timur di Kecamatan Kapas, Sumberrejo, dan Baureno.

Sesuai ketentuan, katanya, pembangunan palang pintu rel yang diizinkan oleh PT KAI, yaitu keberadaan palang pintu setiap delapan kilometer.

“Karena panjang wilayah rel KA di Bojonegoro sekitar 72 kilometer, maka jumlah 11 paling pintu tersebut sudah mencukupi, apalagi Kementerian Perhubungan juga membantu membangun dua palang pintu,” katanya.

Namun, kata dia, di sepanjang jalur rel KA di daerah tersebut masih ada 64 titik perlintasan KA, yang dimanfaatkan masyarakat untuk menyeberang, meskipun tidak dilengkapi pengaman atau penjaga.

Oleh karena itu, menurut dia, perlintasan KA yang dimanfaatkan masyarakat tersebut tetap akan ditutup.

Hanya saja, katanya, penutupan 64 titik perlintasan tersebut masih menunggu pembangunan jalan penghubung yang lokasinya di wilayah selatan rel KA.

“Saat ini Dinas PU masih merencanakan untuk membangun jalan penghubung menuju lokasi perlintasan yang dilengkapi palang pintu,” katanya.

Ketika ditanya mengenai operasional sejumlah palang pintu KA di daerah itu, pihaknya akan menempatkan tiga petugas di setiap palang pintu. Selain itu, palang pintu akan dilengkapi CCTV yang bisa dipantau dari kantor Dishub.

“Di lokasi palang pintu akan dilengkapi penjaga masing-masing tiga orang setiap palang pintu, yang memperoleh honor dari pemkab,” katanya.

Ia menyatakan tidak setuju petugas palang pintu meminta uang kepada pengguna jalan itu.

“Kami tidak setuju kalau di palang pintu itu penjaganya mengenakan tarikan kepada pengguna jalan,” katanya.

Pembangunan rel ganda KA di daerah setempat, katanya, telah mengakibatkan peningkatan arus lalu lintas kereta, terutama pada siang hari.

“Pada siang hari rata-rata KA yang melintas setiap 15 menit sekali,” katanya.

lowongan pekerjaan
BPR BINSANI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….